Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perusahaan Korsel Minat Investasi Pengelolaan Sampah di Balikpapan

W
Direktur Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru bersama President Geoentech Ltd Hyeok-Young, Kwon selepas penandatangan MoU studi kelayakan TPA Manggar, Selasa (15/8) di Balikpapan. (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)
Direktur Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru bersama President Geoentech Ltd Hyeok-Young, Kwon selepas penandatangan MoU studi kelayakan TPA Manggar, Selasa (15/8) di Balikpapan. (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)

 


Advertisement

BALIKPAPAN-Perusahaan asal Korea Selatan, Geoentech Ltd berminat ambil bagian dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam waktu dekat Geoentech bahkan bakal segera menyusun studi kelayakan alias feasibilty study (FS). 

Direktur Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru mengatakan rencananya konsorsium bersama antara Geoentech Ltd dan Perumda Manuntung Sukses bakal menjalankan proyek ini.

Sebagai langkah awal, Perumda Manuntung Sukses sudah meneken MoU dengan Geoentech Ltd untuk penyusunan studi kelayakaan. "Kemungkinan studi kelayakan ini butuh satu tahun. Setelah itu, nanti akan dibahas lagi langkah selanjutnya," kata Andi Sangkuru selepas MoU di Balikpapan, Selasa (15/8) siang.

Advertisement

President Geoentech Ltd Hyeok-Young, Kwon mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan investasi senilai 50 Juta USD untuk pengelolaan TPA Manggar. Jika proyek berjalan lancar, Kwon yakin usia TPA Manggar bakal bertambah 15 tahun.

"Kalau informasi awal, TPA Manggar akan penuh dalam waktu beberapa tahun ke depan. Kami ingin membantu agar TPA Manggar bisa digunakan minimal 15 tahun ke depan," jelasnya.

Alih-alih membuat TPA baru, Geoentech menawarka sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Di mana nantinya TPA yang saat ini ada akan digali untuk kemudian diolah sampahnya. Lahan bekas galian, nantinya akan kembali dimanfaatkan untuk menampung sampah baru.

Advertisement

Metode ini, kata Kwon sudah digunakan Geoentech di puluhan TPA di Korsel. Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi salah satu negara yang sudah menggunakan metode Geoentech.

"Ini merupakan proyek pertama kami di Indonesia. Semoga saja bisa berjalan lancar," harap dia.

Kwon menerangkan, ada 7 proyek yang rencananya akan dikerjakan di TPA Manggar oleh Geoentech Ltd, mulai dari pemanfataan gas metan, memisahkan sampah rumah tangga, sampah industri dan sampah B3. "Saat ini pemisahannya belum optimal, nanti akan kami siapkan sistem pemisahannya," kata dia.

Sampah yang dipisah, lanjut Kwon akan diolah menjadi sejumlah produk, seperti pupuk, plastik dan bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF). 

"Plastik akan dikoversi menjadi minyak dan digunakan untuk keperluan industri, sedangkan RDF nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pembangkit listrik," terang dia.

Selain menambah umur TPA Manggar, Kwon menyebut proyek pengelolaan TPA Manggar ini juga dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi. (hul)

Advertisement
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Junjung Sportivitas dan Perkuat Silaturahmi Wartawan, Porwada Kaltim 2026 Digelar di Balikpapan

Junjung Sportivitas dan Perkuat Silaturahmi Wartawan, Porwada Kaltim 2026 Digelar di Balikpapan

Porwada IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 dibuka di Aula Rumah Dinas Wali Kota Balikpapan, Rabu, 4 November 2026.

Debit Waduk Manggar Meredup, Belasan Ribu Warga Balikpapan Mulai Kiris Pasokan

Debit Waduk Manggar Meredup, Belasan Ribu Warga Balikpapan Mulai Kiris Pasokan

Debit Waduk Manggar Meredup, Belasan Ribu Warga Mulai Kiris Pasokan BALIKPAPAN — Ancaman krisis air bersih kian nyata membayangi warga Kota

Jelang Porwarda 2026, PWI Balikpapan Gelar Doa Bersama

Jelang Porwarda 2026, PWI Balikpapan Gelar Doa Bersama

Sejumlah pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan menggelar doa bersama menjelang pelaksanaan Porwada.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer