Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pengetap Solar Subsidi Ketangkap, Pemkot Balikpapan Segera Gelar Pertemuan dengan Pertamina

Wawan-Wawan Lastiawan • 2019-02-26 15:17:51
Photo
Photo

BALIKPAPAN - Terungkapnya kasus mengetap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar membuat Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, geram. Pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) terkait ditemukannya truk yang menggunakan solar subsidi.

Diberitakan sebelumnya, Senin (25/2) dini hari, Unit Tipiter Polres Balikpapan meringkus Andi Aswar (43). Ia ditangkap lantaran diduga mengetap solar bersubsidi di SPBU Kebun Sayur menggunakan tiga tanki yang disimpan di truknya.

Dengan terungkapnya kasus ini, membuat Rahmad Mas'ud kecewa. Ia menyayangkan masih ada truk yang bisa mendapatkan solar bersubsidi di SPBU.

"Setahu saya, mobil industri, truk, tronton itu sebenarnya tidak diwajibkan mengisi solar bersubsidi. Karena minyak (BBM) subsidi itu milik rakyat yang disubsidi," katanya ditemui di kantornya, Pemkot Balikpapan, Selasa (26/2).

Menurut Rahmad, truk dan sejenisnya bukan termasuk kendaraan yang harus menerima BBM bersubsidi. Seharusnya, kendaraan roda enam itu harus menggunakan BBM non subsidi. "Mobil tronton, truk, itukan bukan mobil subsidi. Tapi itukan mobil industri yang harus menggunakan minyak non subsidi," ujarnya.

Namun fakta yang ditemukannya di lapangan, banyak kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM non subsidi namun ikut mengantre BBM subsidi di SPBU. "Lihat saja di SPBU Kebun Sayur, itu yang antre bukan mobil-mobil yang wajib disubsidi," ungkapnya.

Hal inilah yang dinilai Rahmad menjadi biang antrean panjang di SPBU tak kunjung tersolusikan. Banyak kendaraan-kendaraan yang tidak mematuhi aturan. 

Yang seharusnya wajib menggunakan BBM non subsidi, namun demi mendapatkan harga murah, malah menggunakan BBM subsidi. "Walaupun dibangun sebanyak mungkin SPBU, kalau modus ini masih ada, tetap aja antre," geramnya.

Oleh karena itu, untuk mengklarifikasi dan menyudahi permasalahan ini, Pemkot Balikpapan akan menggelar pertemuan dengan pihak Pertamina. Diharapkannya, dengan pertemuan ini nanti dapat menghasilkan kebijakan agar tak ada lagi kendaraan non subsidi tidak menggunakan BBM subsidi.

"Ya, mudahan-mudahan ada regulasi yang bisa ditetapkan. Terutama mobil-mobil tronton, truk dan mobil-mobil industri itu tidak diwajibkan, bahkan harus dianjurkan mereka memakai minyak industri (non subsidi)," tuturnya.

Selain itu, wakil wali kota berharap, pertemuan dengan salah satu perusahaan plat merah itu dapat menghasilkan solusi soal antrean panjang di SPBU Balikpapan.

"Insya Alllah, dalam waktu dekat, kami akan bertemu dengan Pertamina untuk mengambil langkah-langkah supaya jangan ada lagi antrean," tandasnya. (sur/pro/one)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan