TENGGARONG - Aldiansyah, seorang bocah umur 11 tahun yang tenggelam di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar telah ditemukan tidak bernyawa. Aldiansyah ditemukan setelah tiga jam tim penyelamat gabungan melakukan pencarian di tempat wisata Danau Danurdana. Bocah malang ini diselamatkan dari danau bekas galian tambang dengan kedalaman tujuh meter.
Penyelamatan berlangsung selama tiga jam. Tim penyelamat yang tergabung dari BPBD, Basarnas, Satpol PP, Polsek, Koramil dan relawan berhasil selamatkan Aldiansyah dengan melakukan penyelaman ke danau yang disebut memiliki kedalaman 30 meter tersebut. Tempat wisata ini pun ditutup selama proses penyelamatan. Hingga akhirnya jenazah Aldiansyah dikeluarkan pada pukul 17.09 WITA.
"Kami mendapat laporan sekitar jam 14.00 WITA di tempat wisata Danau Danurdana. Korban berhasil diselamatkan setelah tiga jam lamanya kita melakukan pencarian," ujar Kepala Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda, Riqi Efendi, Minggu (25/6).
Riqi menyebut laporan ini diterima dari pihak keluarga korban yang diwakili Nurlaila selaku Ibu Kandung. Korban merupakan warga Dusun Sumber Jaya, Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang. Usai proses evakuasi ini, jenazah Aldiansyah dibawa ke RSUD AM Parikesit bersama keluarga. "Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah sakit," imbuhnya.
Disampaikan Koordinator Tim SAR BPBD Kukar, Eko Suryawinata. Awal terjadinya insiden ini saat Aldiansyah bermain di wahana bounce house di pinggir danau. Kala itu, korban menggunakan pelampung. Tanpa sepengetahuan keluarga, Aldiansyah melepas pelampungnya. Yang berujung pada insiden naas ini. "Korban lepas pelampung, hingga akhirnya tenggelam," jelasnya.
Salah satu kerabat Aldiansyah, Andi sampaikan kekecewaannya terhadap insiden yang merenggut nyawa keluarganya. Baginya, sungguh menyayangkan jika sebuah tempat wisata yang merupakan bekas galian tambang tidak memiliki keamanan lebih. Seharusnya pengelola wisata menaruh perhatian lebih terhadap pengamanan. Terutama mengingat banyaknya wisatawan anak-anak yang berkunjung ke tempat wisata ini.
"Kami menyayangkan kejadian ini. Seharusnya pengelola wisata lebih berhati-hati lagi untuk pengamanannya," tegas Andim (moe/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan