Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Polres Samarinda Selidiki Adanya Tindak Pidana Penyebab Banjir di Jalan DI Panjaitan

izak-Indra Zakaria • Kamis, 21 Desember 2023 - 19:54 WIB
Kapolres Samarinda Kombes Pol Ary Fadli
Kapolres Samarinda Kombes Pol Ary Fadli

SAMARINDA - Polres Samarinda menyelidiki apakah adanya tindak pidana dalam peristiwa jebolnya tanggul perusahaan tambang PT Limbuh di kawasan Samarinda Utara pada hari Sabtu 16 Desember 2023.

"Jadi kemarin pasca kejadian tersebut (jebol tanggul perusahaan tambang), setelah banjir surut. Saya sudah perintahkan Kasat Wakasat dan Kanit melaksanakan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), untuk cek di lapangan. Ternyata itu masuk IUP PT LImbuh. Yang mana pelaksanaan pekerjaannya PT EGI," kata Kapolres Samarinda Kombes Pol Ary Fadli usai jumpa pers hari Selasa 19 Desember 2023.

Usai olah TKP, kepolisian, dikatakan Ary Fadli, memanggil Kepala Teknik Tambang (KTT) perusahaan tambang tersebut, Ketua RT setempat. Pemanggilan ini untuk menyelidiki apakah ada unsur pelanggaran tindak pidana.

Sebelumnya, warga RT 19 mengeluhkan air dari tanggul CV Limbuh mengarah ke Handil Kopi. Namun sebelum sampai di titik akhir arus air itu melalui parit di RT 19, 18, dan 16, lalu ke Sambutan. Akibat parit alami penyempitan dan dangkal membuat debit air ketika hujan meluap.

Warga pun minta perusahaan tambang untuk normalisasi parit dan didukung oleh DLH. Tetapi, perusahaan tidak melakukan normalisasi karena alat berat enggak bisa masuk. Padahal, perusahaan sudah pernah berjanji untuk memperdalam dan memperluas parit pembuangan air tersebut.

Dikutip dari Kaltim Post, KepalaTeknik Tambang (KTT) CV Limbuh Andert didampingi pemilik PT EGI, Yulianto mengatakan, aliran buangan air yang masuk ke embung perumahan itu bersumber dari eks konsesi CV TT yang sudah lama tidak beroperasi. "Kami ingin meluruskan, karena yang berkembang itu air kontribusi dari tambang kami. Makanya harus dicek dulu. Soalnya arah penambangan kami itu ke RT 15. Termasuk dibilang air dari sini tembus ke Jalan DI Pandjaitan itu sangat irasional. Karena ada dua gunung kalau air mau mengarah ke Jalan DI Pandjaitan," paparnya.

Andert menerangkan, air dari tambang CV Limbuh pun terbuang ke Bendungan di Handil Kopi, Kecamatan Sambutan. Sementara itu, kontribusi debit air yang mengarah ke embung perumahan berasal dari gunung pasir putih yang dulunya diklaim merupakan eks IUP CV TT.

Ketika dilakukan pengecekan di areal pengupasan lahan CV Limbuh, tampak jelas hamparan batu bara yang belum dikeruk. Di sisinya terdapat lereng bukit bekas kupasan yang memicu aliran air turun ke kawasan gunung pasir putih. Aliran itu pun disebutnya menjadi bagian dari kontribusi yang menambah debit air ke embung perumahan. (myn)

Editor : izak-Indra Zakaria