Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Margomulyo Kota Balikpapan

adminbp-Admin Balpos • 2019-06-27 09:46:53

Oleh: Jade Septhimoranie

Mahasiswa Fakultas Bioteknologi

Universitas Kristen Duta Wacana

BALIKPAPAN merupakan salah satu kota yang berada di pulau Kalimantan tepatnya di Provinsi Kalimantan Timur dan terletak di antara 1,0o LS -1,5o LS dan 116,5o BT-117,5o BT dengan luas 50.330,57 ha atau 503,33 km2. Kota Balikpapan berada di daerah pesisir Provinsi Kalimantan Timur, sehingga kota ini memiliki banyak sekali kawasan wisata. Salah satunya, yaitu kawasan konservasi mangrove.

Seperti diketahui, hutan mangrove merupakan hutan di muara sungai dan daerah pasang surut, yaitu tepi laut. Hutan mangrove di Kota Balikpapan tidaklah sedikit, sehingga banyak sekali wisatawan yang datang untuk mengunjungi kota ini.

Salah satu hutan mangrove yang sering dijadikan sebagai tempat wisata dan edukasi adalah Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Margomulyo, Jalan AMD Gunung Empat RT 42, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat. Tepatnya di belakang SMA Negeri 8 Balikpapan.

Hutan Mangrove Margomulyo

Hutan Mangrove Margomulyo merupakan salah satu kawasan konservasi dan menjadi kawasan mangrove utama Kota Balikpapan. Kawasan yang seluas 29,5 ha ini telah dijadikan sebagai kawasan konservasi pohon bakau. Namun semakin banyaknya pihak-pihak yang berkontribusi dalam proses konservasi hutan mangrove ini, maka pohon-pohon yang ada mulai baru dan bervariasi. Hutan mangrove ini difasilitasi dengan adanya jembatan, maka wisatawan yang datang ke hutan mangrove ini dapat mengitari dengan aman, nyaman, dapat merasakan rimbunnya hutan mangrove, serta merasakan hawa sejuk dari Hutan Mangrove Margomulyo.

Flora yang terdapat pada hutan mangrove, yaitu Rhizophora apiculata, Avicennia alba, Cerbera manghas, Sonneratia Caseolaris, Nypa fruticans, Rhizophora mucronata, Sonneratia caseolaris, Sonneratia alba, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, Lumnitzera littorea, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya aneka flora saja, dalam hutan mangrove juga terdapat beragam fauna. Seperti bekantan (Nasalis larvatus), kepiting tembakau yang memiliki capit berwarna-warni seperti warna ungu, merah dan biru (Scylla spp); ikan tembakul (Periophthalmus sp), dan berbagai aneka variasi burung seperti Collared kingfisher, dan Nasalis larvatus.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) beberapa flora dan fauna yang terdapat di hutan mangrove ini merupakan margasatwa yang harus dilindungi, karena beberapa flora dan fauna yang ada sudah masuk dalam kategori terancam punah. Seperti halnya bekantan, salah satu satwa yang dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati. Bekantan juga salah satu satwa yang tidak boleh diperdagangkan. Yang mana menurut IUCN, bekantan masuk dalam kategori endangered (EN) atau terancam punah.

Konservasi Hutan Mangrove

Konservasi hutan mangrove merupakan suatu usaha untuk melindungi dan melestarikan alam dengan cara penyisihan areal sebagai kawasan suaka alam yang baik untuk perairan laut, pesisir, dan hutan mangrove. Dilakukannya konservasi terhadap hutan mangrove ini, karena hutan mangrove memiliki peran penting. antara lain sebagai pencegah terjadinya abrasi dan erosi, menjernihkan air, penahan lumpur dan perangkap sedimen, peredam gelombang dan angin badai.

Pengelolaan hutan mangrove sendiri pada dasarnya berupa proteksi, konversi dan pemanfaatan, rehabilitasi, serta adanya pengawasan dan penegakan hukum yang telah diatur dalam undang-undang, peraturan, dan ketentuan.

Kerusakan pada hutan mangrove akan terjadi jika ada penebangan hutan mangrove secara besar-besaran yang digunakan sebagai pembuatan arang, kayu bakar, dan bahan bangunan; penguasaan lahan oleh masyarakat, pembukaan lahan untuk pertambakan ikan, dan masih banyak lagi.

Maka dengan itu, marilah saling bahu-membahu untuk melindungi dan melestarikan alam yang ada di Hutan Mangrove Margomulyo. Sehingga flora dan fauna yang ada tidak akan punah dan tidak lupa, janganlah meninggalkan jejak apa pun. Contohnya, sampah agar keadaan Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Margomulyo ini tetap bersih, nyaman serta indah untuk menjadi tempat wisata dan edukasi masyarakat serta wisatawan.

Sumber: Aksarapers.com, Konservasi Hutan Mangrove sebagai Ekowisata (Edi Mulyadi dan Nur Fitriani), DIKPLHD 2018 Kota Balikpapan, Mongabay.co.id, dan Kota-balikpapan.com

 

Editor : adminbp-Admin Balpos