TENGGARONG – DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) gelar rapat paripurna secara estafet selama tiga kali. Untuk membahas nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024. Dan pada Rancangan APBD (RAPBD) yang disampaikan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. APBD Kukar tahun 2024 diprediksi menyentuh Rp 12,62 Triliun berdasarkan pendapatan daerah.
Rendi Solihin mengatakan di tahun 2024 nanti, sudah memasuki tahun ketiga RPJMD Kukar Idaman. Dan tema pembangunan tahun depan adalah pengembangan ekonomi unggulan daerah berbasis desa dan kecamatan. Oleh karena itu, alokasi ini akan diarahkan pada pembangunan merata di bidang terutama Pemerintahan, SDM, perekonomian, kesejahteraan masyarakat dan Infrastruktur. Yang mampu menguatkan fondasi-fondasi pemerintahan dalam lingkup Desa dan Kecamatan.
“Kami ingin mendukung target makro pembangunan seperti Indek Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka, Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Indeksi Gini. Untuk itu saya berharap dengan berbagai program pembangunan baik yang telah dan akan dilaksanakan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelas Rendi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid kenaikan ini berdasarkan RKPD yang disampaikan pemerintah. Untuk itu, Rasid berpesan kepada Pemkab Kukar untuk dapat melaksanakan berbagai rencana yang telah ditetapkan untuk tahun depan. Bahkan, Rasid meminta kalau bisa awal tahun telah melaksanakan kegiatan sehingga bisa terserap dengan baik.
“Mereka harus membentuk tim untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ada. Supaya apa yang kita rencanakan dan laksanakan di 2024 bisa berjalan dengan baik dan terserap dengan maksimal. Untuk pengesahan belum kami lakukan, rencananya sebelum tanggal 30. Setelah ini masih pembahasan dengqn TAPD lagi,” tutup Rasid. (moe)
Editor : izak-Indra Zakaria