BALIKPAPAN – Di usianya ke-122, Kota Balikpapan membuktikan tagline yang diusung dalam HUT Kota sebagai kota yang kreatif, kondusif. Diantara bukti nyata semakin banyak fasilitas yang representatif dan nyaman untuk memanjakan warganya.
Setelah meresmikan Balikpapan Creative Center (BCC) di lantai dasar Gedung Parkir Klandasan, Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi meresmikan Gerakan Kelurahan Tanpa Kumuh di wilayah Manggar Baru dan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan di wilayah Kelurahan Lamaru.
Ini sekaligus bukti keberhasilan penataan kawasan kumuh di Balikpapan melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh). Wali Kota didampingi Wawali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud SE.
Deklarasi dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rusunawa Manggar Baru, Sabtu (16/2), sekaligus meresmikan RTH Manggar Baru yang baru selesai dikerjakan akhir tahun 2018 ini. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Sekkot Sayid MN Padli, Wakil Ketua DPRD Sabaruddin, Kepala OPD, Camat, Lurah di Pemkot Balikpapan, serta Panhut Kota Balikpapan ke-122 tahun.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengingikan, agar RTH di Manggar Baru ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya yang ada di Balikpapan, mengingat ini semua berkat kerja sama pemerintah pusat, provinsi dan kota dalam proses melakukan penataan kawasan kumuh.
“Memang tidak gampang membenahi daerah yang kumuh, perlu pengorbanan terutama bagi warga yang terkena lahannya,” ujar Rizal Effendi kepada Balikpapan Pos, kemarin.
Meski tidak mudah, Rizal mengaku optimis warga di Manggar Baru bisa mendukung program tanpa kumuh ini, mengingat penataan ini juga untuk kepentingan warga, apalagi RTH manggar baru tersebut juga bisa dijadikan sarana wisata dan bersantai warga.
“Kami berharap jembatan lingkar yang saat ini sudah ada RTH Manggar Baru bisa ditambah 300 meter lagi,” harapnya.
Selain meresmikan RTH Manggar Baru yang dirangkai dengan deklarasi kawasan tanpa kumuh dan ODF, wali kota juga melakukan peresmian Sentra Indutri di wilayah Teritip, di tempat ini Rizal berpesan agar sentra ini dimaksimalkan untuk membantu UKM-UKM yang ada di Balikpapan.
“Manfaatkan dengan baik sentra ini, perlahan pemkot melalui instansi terkait akan mencoba melengkapi fasilitas yang belum ada seperti Rusunawa untuk pekerja di sentra ini,” terang Rizal.
Sementara untuk fasilitas listrik yang sempat dikeluhkan akibat belum adanya sambungan, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Balikpapan Doortje Marpaung mengatakan, kini sudah terpasang. Begitupun dengan air bersih. “Kami sudah surati PDAM tapi masih berproses. Sambil menunggu Bendungan Teritip difungsikan, untuk sementara pakai air tanah,” akunya.
Di kawasan sentra industri ini terdapat 20 rumah produksi dan semuanya sudah terisi. Kemudian rencananya akan ditambah 20 rumah produksi. Namun, tahun depan akan hanya dibangun empat. “Rumah produksinya hanya mampu ditambah empat lagi. Selebihnya setelah itu baru akan dilanjutkan kalau dananya ada. Dana alokasi khusus (DAK) untuk pembinaan dari pemerintah pusat hanya selama tiga tahun, namun masih ada kemungkinan dana itu cair lagi meski sudah tidak ada pembinaan,” jelasnya.
Namun, Doortje menyatakan akan terus mengupayakan karena masih ada peluang. “Somber ini meskipun puluhan tahun, tetap revitalisasi dananya juga dari pusat,” tandasnya.
Untuk diketahui, Sentra Industri Teritip diperuntukkan bagi IKM (industri, kecil, dan menengah) perikanan dan pertanian olahan bahan mentah menjadi bahan jadi. Pembangunannya menggunakan anggaran DAK pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian.
Masih ada lagi fasilitas publik yang baru selesai dibangun. Yakni Obyek wisata Pantai Segara Sari, Manggar. Kini, obyek wisata tersebut ditata menjadi lebih bagus, bersih dan indah. Jalan lebar diaspal, jembatan kayu dibongkar dibangun jembatan yang kokoh. Parkir mobil dan motor pun lebih luas dan nyaman. Tersedia juga gazebo dan aula untuk kegiatan-kegiatan warga sambil berwisata yang dilengkapi kamar kecil yang bersih.
Fasilitas sarana dan prasarana obyek wisata Pantai Segara Sari Manggar, juga menjadi agenda Wali Kota untuk melakukan peninjauan, Sabtu (16/2) siang. Kini Pantai Manggar mempunyai dua jalan masuk, jalan lama dan Jalan Dandito yang semua diaspal mulus sehingga warga lebih lancar berwisata kendati saat ramai. (dan/ono)
Editor : adminbp-Admin Balpos