Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kesedihan Istri dan Keluarga dari Bapak yang Dibunuh Anak Perempuannya Sendiri

Wawan-Wawan Lastiawan • 2019-06-05 19:39:47
-
-

BALIKPAPAN – Kepergian Darmansyah (56) ke Sang Khalik meninggalkan duka mendalam bagi keluarga kecilnya. Istri kedua Darmansyah, Hariyani (41), mengaku tidak akan memaafkan orang yang diduga telah membuhunuh suaminya itu. 

Diberitakan sebelumnya, Darmansyah meninggal dunia pada Sabtu (1/6) lalu. Ia meninggal setelah sebelumnya bertengakar hebat dengan Siti Sunianingsih alias Nia (31) Armadyah alias Arma (32).

Diketahui, Nia adalah anak kandung Darmansyah hasil hubungannya dengan istri pertamanya. Sedangkan Arma adalah anak dari kakak kandung Darmansyah. Itu artinya, Arma adalah keponakannya Darmansyah.

Kini, Nia dan Arma telah ditahan di Mapolsek Balikpapan Utara. Kedua perempuan itu ditahan karena diduga telah membunuh Darmansyah.

Di mata istrinya, Darmansyah dikenal sebagai sosok yang baik hati dan penyayang kepada keluarganya. Pria bertubuh gempal itu selalu mengutamakan keluarganya ketimbang hal-hal lainnya.

“Dia itu baik, Mas. Memang kalau ngomong suaranya agak keras, tapi aslinya dia itu sabar. Kalau enggak percaya tanya aja sama tetangga atau teman-temannya,” kenang Hariyani saat ditemui media ini di kediamannya, Jalan Kauman, RT 43, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, Selasa (4/6).

Ibu rumah tangga itu menceritakan, Darmansyah adalah tulang punggung keluarga. Sehari-harinya, ia dan dua anaknya serta beberapa keluarga lainnya hidup dari jeri payah Darmansyah. Kini, Hariyani harus berdagang untuk bisa terus menghidupi keluarga kecilnya.

Dijelaskan Hariyani, hasil hubungannya dengan Darmansyah menglahirkan dua buah hati. Yakni, Ahmad Maulana (19) dan Dea Afriqoh Nsaputri (13).

“Bapak (Darmansyah) itu kerja sebagai sopir ambulans di puskesmas DKK (Dinas Kesehatan Kota) Balikpapan. Sampingannya juga sopir jenazah di Yayasan Ar-Rahman,” beber perempuan berkerudung itu. 

Mengetahui suaminya itu meninggal karena diduga dibunuh oleh Nia dan Arma, membuat hati Hariyani hancur. Diapun tak bisa memaafkan kedua perempuan itu. “Saya enggak mau maafkan. Sudah telanjur sakit hati saya. Karena meninggalnya tidak wajar, saya mau lupakan itu susah,” jelasnya.

Dia pun berharap agar Nia dan Arma bisa dihukum seberat-beratnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada mereka. Agar hal serupa tidak mereka ulangi lagi kepada orang lain.

“Kalau bisa dihukum seumur hidup, biar mereka bisa intropeksi diri,” sebutnya dengan nada geram. “Soal hukuman saya pasrahkan kepada pihak yang berwajib,” sambungnya. (sur/pro/one)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan