Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Keluarga Nomor Satu, Tetap Berperan di Masyarakat

Wawan-Wawan Lastiawan • 2019-12-25 00:00:36
Photo
Photo

MEMAKNAI Hari Ibu dalam keseharianya sudah dilakukan Ernawaty Gafar. Perempuan kelahiran Balikpapan 10 Agustus 1971 itu punya seabrek kesibukan di luar rumah. Namun, keluarga tetap menjadi nomor satu. Sebab orangtua, sosok ibu yang baik serta panutan bagi anak-anak.

Setiap tanggal 22 Desember, seluruh masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri memperingati Hari Ibu. Sebagai hari istimewa untuk memberikan penghargaan kepada kaum ibu yang selama ini banyak berjasa di dalam mengurus rumah tangga dan mendedikasikan segenap hidupnya demi kebahagiaan keluarganya.

Menurut suami Gafar ini, perempuan yang berdaya adalah wujud Indonesia yang maju. “Keluarga nomor satu. Tetap pula berperan di masyarakat. Mulai lingkungan, organisasi dan lainnya,” kata Ernawaty.

Perempuan ramah memiliki tiga orang anak mudah bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat dan dikenal sederhana dan rendah hati itu diketahui memimpin tiga perusahaan konstruksi di Balikpapan. Dia juga sebagai Ketua Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Balikpapan.

Dengan padatnya aktivitas, dirinya paham dengan risiko sebagai wanita karir. Selain membantu perekonomian keluarga, suami pencari nafkah bagi keluarga. “Alhamdulillah semua berjalan lancar. Saya bisa mengendalikan perusahaan dan pekerjaan dari rumah juga,” jelasnya.

Apalagi kemajuan teknologi semakin berkembang. Gadget sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Ini sangat penting di keluarga agar saling mengingatkan terhadap penggunaan gadget untuk kepentingan positif serta ada waktunya.

Hal ini dia terapkan pada anak-anakya.“Ketika saat belajar, berkumpul bersama keluarga dan makan, wajib tak sibuk menggunakan gadget. Sebagai orangtua harus beri contoh dan memberi nasehat,” jelasnya.

Sosok ibundanya yang menjadi panutannya. Saat ini berusia 78 tahun. Sementara ayahnya sudah meninggal ketika Ernawaty masih kuliah. “Saya berusaha menyenangkan ibu saya. Alhamdulillah sudah saya berangkatkan ibadah haji dan umrah. Karena itu yang diinginkan beliau di hari tuanya,” ungkapnya berkaca-kaca.

Disinggung soal masih banyaknya kekerasan terjadi terhadap perempuan, di antaranya dalam rumah tangga, dirinya menyebut harus ada undang-undang yang mengatus menegaskan hukuman setimpal bagi pelakunya. 

Penyebabnya, perempuan dianggap lemah dan tidak berdaya, apalagi tidak bekerja atau mandiri pasti menjadi sasaran dalam kekerasan. Karena mereka bingung tidak bisa melepaskan diri dari rumah tangga dan tidak mampu hidup sendiri.  Menurutnya, perempuan sebisa mungkin mandiri, karir dan menciptakan usaha sampingan. Namun tetap keluarga yang utama.

“Perempuan berhak mendapatkan pendidikan tinggi dan seluas-luasnya serta mendapatkan persamaan derajat sama dengan pria,” tutur Ernawaty yang belum lama ini menghadiri wisuda anak pertama dan keduanya yang telah lulus di salah satu Universitas di Malaysia.

Tak hanya aktif di Iwapi, Ernawaty sukses di kalangan Himpunan Pengusaha Rekanan Pertamina (Himperta). Selain itu, menduduki jabatan wakil ketua Gapensi Balikpapan 2017–2022. Dia membuktikan, perempuan bisa menjadi ujung tombak.

Perempuan punya peluang karier yang sama. Antara lain, di bidang politik, sosial budaya, pendidikan, hingga sebagai polisi dan tentara. Termasuk di instansi pemerintah seperti wali kota, bupati, camat, lurah, hingga ketua RT.

“Artinya perempuan layak menjadi pemimpin,” jawabnya. Ernawaty menguraikan, ada suatu sikap dan karakter perempuan yang tidak dimiliki pria. Yakni, perempuan mampu lebih baik dalam menyesuaikan diri di segala situasi serta kondisi.(aim/pro) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan