MALINAU - Bupati Malinau Wellem Mawa mendorong masyarakat untuk melihat langsung pembangunan oleh pengembang dalam sebuah pembangunan investor yang dilakukan di daerah.
Hal itu ditegaskan Wempi W Mawa dalam kegiatan konsultasi publik Amdal, rencana kegiatan pembangunan PLTA Kabama PT Kayan Bahau Listrindo (PT. KBL) di Sungai Bahau Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau.
Bupati mengatakan investasi pembangunan PLTA Sungai Mentarang diperkirakan senilai Rp 71 triliun yang bersumber dari investor. Dimana, dana tersebut bukan uang daerah atau negara. Artinya, ini dana tersebut masuk ke Malinau tidak mengganggu keuangan daerah maupun negara.
“Oleh sebab itu, adanya investasi yang masuk Malinau ini diharapkan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi daerah, negara dan dunia, khususnya bagi generasi penerus bangsa masa depan,” kata Wempi W Mawa di hadapan warga peserta konsultasi publik dari wilayah Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu.
Dikatakan Wempi, konsultasi publik kali ini merupakan konsultasi yang persertanya banyak dibanding konsultasi yang lain. Sehingga menurutnya, konsultasi kali ini akan memberikan dampak informasi yang luas kepada masyarakat.
"Karena ini juga bagian inventarisasi yang cukup besar dan berdampak pada berkembangnya ekonomi secara umum di daerah dan negara bahkan peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat, " tambahnya.
Terlebih, sambung Wempi, ke depan tidak ada lagi pengangkatan tenaga honor pemerintah. Sebab November 2023 tahun mendatang hanya 2 kelompok ASN yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sementara, setiap tahun selalu ada lulusan sarjana dari generasi yang juga butuh lapangan kerja.
"Jangan sampai terjadi inflasi tenaga kerja karena hilangnya atau tidak ada lapangan pekerjaan ke depan, " tegas Wempi.
Wempi berharap para generasi muda harus meningkatkan keahliannya dan berinovasi untuk berkarya dalam mengisi bidang dan peluang yang ada. Khususnya dengan keberadaan pembangunan PLTA di wilayah Sungai Bahau ini.
"Inovasi dan kreasi dalam mengisi peluang usaha sebagai sumber penghasilan dan pendapatan keluarga, " tukasnya. (*/hai/har)
Editor : izak-Indra Zakaria