BALIKPAPAN-Operasional bus Damri dari Pelabuhan Semayang menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dan sebaliknya menuai polemik.
Operator angkutan yang sudah lebih dulu eksis khawatir, keberadaan armada Damri bakal semakin menggerus jumlah penumpang. Mereka meminta ada evaluasi dari pemerintah.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltimra, Muiz Thohir mengaku terbuka dengan usulan dan saran berbagai pihak. Dia mengatakan, dalam perjalanannya, operasional Damri akan terus dievaluasi.
Apalagi, sebut Muiz, pada masa awal ini, Damri sejatinya belum sepenuhnya beroperasi di kawasan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Justru laporan dari Damri, rute dari Terminal Batu Ampar yang paling ramai.
“Masih ada perjanjian business to business antara Damri dengan AP I Bandara SAMS Sepinggan yang mesti dituntaskan dulu,” kata Muiz dikonfirmasi media ini, Jum’at (11/11).
Menurut Muiz, untuk dapat beroperasi di dalam Bandara SAMS Sepinggan, Damri juga wajib mengikuti aturan yang sama dengan operator angkutan darat yang selama ini beroperasi secara resmi di dalam bandara.
Berbeda dengan AP I Bandara SAMS Sepinggan, di Pelabuhan Semayang, Damri sudah menjalin kesepakatan dengan Pelindo IV Balikpapan. “Kalau di Pelabuhan Semayang armada Damri sudah bisa masuk ke kawasan pelabuhan,” jelas mantan Kepala BPTD Wilayah XII Provinsi Bali Nusra ini.
Muiz tak menampik, pengoperasian Damri melayani rute Balikpapan menuju IKN Nusantara (Sepaku) memang disiapkan untuk mengangkut pekerja di proyek IKN. Hanya saja, dalam perjalanannya, ini juga akan dievaluasi. Sebab, kata dia, ada juga masyarakat yang ingin agar Damri bisa masuk ke Titik Nol.
“Ini baru awal, jadi kami masih sangat terbuka dengan segala kemungkinan. Termasuk soal usulan menyiapkan rute-rute lain dari Balikpapan,” terang Muiz.
Soal kekhawatiran operator, Muiz berusaha menenangkan. Dia menyebut, hadirnya Damri murni untuk melayani kebutuhan masyarakat. Ia juga mengisyaratkan, terbuka memberi ruang bagi operator untuk ambil bagian menyediakan layanan transportasi darat bagi masyarakat.
Berkacara dari pengalamannya saat berdinas di Bali, Muiz menyebut operator angkutan membentuk konsorsium dan mengikuti lelang untuk melayani angkutan darat.
“Awalnya (di Bali) disubsidi, sekarang sudah berbayar. Di Balikpapan nanti tergantung operator, apakah bisa ke arah sana,” terang dia.
Di sisi lain, Muiz menegaskan, bus Damri hanya diperkenankan menaikan dan menurunkan penumpang di titik yang sudah ditentukan, mulai dari Pelabuhan Semayang, Bandara SAMS Sepinggan, Terminal Batu Ampar dan Sepaku.
“Kami akan peringatkan jika sampai di luar titik. Damri harus ikuti ketetapan. Kecuali jika nanti ada evaluasi,” tuntas dia. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan