Pernahkah Anda mengenal istilah ginseng jawa, yang artinya ginseng dari Pulau Jawa? Pemberian nama itu diduga untuk mengaitkan bentuk dan khasiat akar tanaman ginseng jawa dengan akar tanaman ginseng asli dari Tiongkok, Korea, atau Amerika. Berbagai riset memang sudah dilakukan dengan hasil yang menjanjikan. Artinya, riset tersebut dapat dilanjutkan untuk kemudian membandingkan khasiat ginseng jawa dengan ginseng yang asli.
---
TANAMAN ginseng jawa sebenarnya dikenal dengan nama som jawa. Populer di kawasan Asia dan Amerika Selatan dengan sifatnya yang ”mendinginkan”. Sehingga cocok untuk membantu merangsang nafsu makan. Masyarakat Brasil dan Indonesia menggunakannya untuk mengatasi iritasi kulit, seperti radang dan luka irisan yang tidak dalam. Orang Thailand mengonsumsi daunnya sebagai sayur.
Yang juga menarik, pemakaian tanaman tersebut secara tradisional masyarakat daerah tertentu di Brasil sebagai afrodisiaka, yaitu khasiat untuk merangsang aktivitas seksual. Juga sebagai tonikum untuk aktivitas reproduktif, artinya memperkuat fungsi sistem reproduksi untuk mendapatkan kehidupan seksual yang aman dan memuaskan.
Ginseng jawa juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai masalah lambung dan saluran cerna, infeksi kulit, serta pengobatan luka. Studi farmakologis sudah dilakukan peneliti Brasil, antara lain sebagai suplemen makanan, pencegah diabetes, antinyeri, antimikroba, dan efek estrogenik pada hewan tikus.
Tanaman asal bernama ilmiah Talinum paliculatum dari keluarga Talinaceae. Daerah asal adalah Amerika Serikat dan Amerika Selatan, kini tersebar di kawasan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Bentuk fisiknya berupa semak menahun yang tingginya mencapai lebih kurang 1,5 meter dengan batang yang sempit dan kadang ada yang terlihat berwarna kemerahan. Daunnya berbentuk elips dengan panjang sekitar 12 cm, warna hijau muda, dan bertekstur tebal. Bunganya berwarna ungu dan memang sesuai sebagai tanaman hias. Yang banyak dipakai adalah daun dan akarnya.
Potensi ginseng jawa erat kaitannya dengan kekayaan kandungan nutrisinya. Daunnya kaya serat tidak larut, vitamin C, dan protein. Kandungan mineral daunnya berupa magnesium, kalsium dan kalium, manganum, natrium, zat besi, strontium, zinc, nikel, dan tembaga.
Jumlah dan jenis kandungan mineralnya sangat ditentukan oleh kondisi geografis tempat tumbuh. Hasil penelitian sudah berhasil mempelajari daerah tempat tumbuh ginseng jawa yang tinggi kadar natrium, magnesium, kalium, dan kalsium yang memang diperlukan tubuh.
Baca Juga: Cerita Asri Welas Anaknya Mengalami Kejang hingga Dirawat di Ruang ICU
Penemuan penting lain terkait ginseng jawa adalah kandungan senyawa sterol, yaitu kampesterol, stigmasterol, dan sitosterol yang adalah senyawa fenolik utama pada daun. Sterol dalam tanaman diketahui merupakan zat yang mampu mengendalikan kadar kolesterol tinggi pada manusia. Kemampuan ini bisa memberikan andil pada pengendalian berbagai penyakit, termasuk osteoartritis, peradangan, serta masalah jantung dan pembuluh darah.
Menjaga Kesehatan Fungsi Ginjal
Unsur mineral berperan pada pengaturan fungsi organ penting tubuh, termasuk jantung dan ginjal. Besar kemungkinan kandungan jenis mineral tertentu pada daun ginseng jawa berperan pada pengaturan fungsi ginjal. Oleh karena itu, peneliti Brasil menguji khasiat ekstrak etanol daun ginseng jawa terhadap fungsi ginjal hewan coba tikus. Hasil uji menunjukkan terjadinya peningkatan diuresis pada pemberian secara kronik, artinya tidak dalam waktu singkat.
Peningkatan itu terjadi karena kerja ekstrak dalam menyebabkan pelebaran pembuluh darah kecil ginjal. Pelebaran pembuluh darah ginjal itu juga menyebabkan peningkatan glomerular filtration rate. Yaitu kecepatan ginjal dalam menyaring dan mengeluarkan sisa hasil metabolisme dan kelebihan cairan dari dalam darah. Kecepatan ini menggambarkan jumlah darah yang melewati saringan ginjal, yang disebut glomeruli, setiap menit. Jadi, makin cepat, pembuangan berbagai racun dari dalam darah pun makin efisien.
Melalui studi ini diketahui terdapat zat kandungan asam amino, nucleosides, asam klorogenat, organic acids, dan O-glycosylated flavones pada ekstrak. Ternyata hasil studi terdahulu juga sudah membuktikan efek diuretik yang sangat kuat dari beberapa senyawa flavonol dan derivat glycosylated-nya, yang juga menunjukkan efek sebagai pelindung fungsi jantung. Selain itu, sudah diketahui peran asam klorogenat sebagai antioksidan, antihypertensive, penurun kadar kolesterol darah, dan pelindung fungsi jantung pada hewan percobaan. Oleh karena itu, peneliti meyakini bahwa khasiat ekstrak ginseng jawa sebagai pelancar air seni adalah berkat kerja bareng senyawa kandungan di dalamnya.
Kesehatan Reproduksi Wanita
Salah satu khasiat turun-temurun ginseng jawa adalah untuk relaksasi otot rahim. Ini biasanya digunakan pada wanita hamil agar tidak sampai bayi lahir sebelum waktunya. Percobaan dilakukan dengan menggunakan rahim hewan coba tikus yang diberi ekstrak akar ginseng jawa. Hasilnya menunjukkan kerja ekstrak metanol akar sebagai uterine relaxant yang kuat. Artinya, menyebabkan relaksasi otot rahim.
Analisis kandungan ekstrak menunjukkan terdapatnya zat golongan alkaloid, flavonoid, dan fitosterol. Semua senyawa itu melalui uji terdahulu memang dapat menyebabkan relaksasi otot polos. Artinya, bisa memberikan harapan pemanfaatan untuk mengendalikan kontraksi otot rahim sebelum saatnya janin lahir. (*)
CARA MEMANFAATKAN:
- Daun segar dapat disimpan dalam wadah plastik dan ditaruh di lemari es untuk pemakaian beberapa hari.
- Daun ginseng jawa bisa dikonsumsi mentah atau dimasak.
- Dapat untuk bahan pembuatan sup, ditumis dengan penambahan saus tiram, saus kecap, sebagai pengganti sayur bayam dalam masakan sayur bening.
DARI BERBAGAI SUMBER