TENGGARONG - Pariwisata menjadi salah satu sektor bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia saat ini. Dan di tengah-tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung dengan gencar. Sebuah perusahaan swasta lokal bernama PT Laju Lahan Digital (Lajuland) tidak mau tertinggal akan hal itu.
Terkenal dengan resort Ambora mereka yang terletak di Pantai Ambalat, Kelurahan Ambarawang Laut, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Perusahaan ini tengah membangun destinasi wisata di atas lahan bekas tambang. Bertajuk Lakeview. Destinasi wisata yang terletak di Kelurahan Sungai Seluang, Samboja ini digadang-gadang menjadi wisata milenial IKN.
Diungkapkan Direktur Utama PT Lajuland, Robby Susanto. Pengembangan destinasi wisata ini berawal di tahun 2023 lalu. Dimana, pada saat itu perusahaannya tengah mencari potensi bisnis wisata baru setelah pantai. Sehingga menemukan area bekas tambang yang telah berhenti beroperasi sejak tahun 2012 silam. Area ini sendiri merupakan milik salah satu investor perusahaannya.
"Kemudian kami diajak investor kami yang pemilik tanah ini untuk mengelolanya menjadi destinasi wisata. Kami cek lokasi dan memang pemandangannya itu bagus sekali, tetapi tidak tertata. Karena bekas tambang, jadi gersang dan kering," ungkap Robby kepada Prokal.co, Kamis (18/1).
Terlintas di pikiran Robby, bahwa lahan seluas 11 hektare ini sangat berpotensi memiliki daya tarik wisata. Dengan luasnya danau bekas galian, serta pemandangan dan bukit yang menarik. Alhasil, bersama rekannya Robby membangun sebuah master plan terhadap destinasi wisata ini. Dan membangun perusahaan lagi bernama PT Lakeview Sungai Seluang.
Yakni bagaimana, dapat menyulap sebuah area bekas tambang menjadi destinasi wisata. Yang dapat memberdayakan ekonomi warga sekitar, serta menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah. Namun, sebelum melaksanakannya, ia juga melakukan perundingan. Bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah kecamatan, kelurahan, RT serta tokoh masyarakat.
"Pada Maret 2023 lalu kami sepakat. Setelah itu bulan Mei kami mencari pendanaan dan pembangunan hingga sekarang," lanjutnya.
Lakeview sendiri mengusung konsep destinasi wisata yang menjual pemandangan di Pulau Jawa. Seperti Obelix Hills dan HeHa Sky View. Namun, dengan keunikan dan daya tarik tersendiri, akan menjadi wisata milenial IKN. Sehingga tidak hanya menjual pemandangan dan spot foto, namun juga wahana dan sarana pendukung.
Diantaranya adalah Resto, Rainbow Slide sepanjang 150 meter, Skywalk, 3DVR, Invisible Town, Skydeck, Ampitheater dan Souvenir. Robby menyebut, pihaknya baru mempergunakan lima hektare lahan ini. Nantinya, akan dikembangkan lagi untuk wisata. Sama halnya dengan danau bekas galian tambang yang belum disentuh.
"Kami masih konsen di atas, nanti akan turun ke bawah juga pengembangannya. Tentunya dengan keselamatan yang ketat. Insya Allah Maret nanti soft opening, nanti saat pembukaan kita juga akan membatasi pengunjung. Kita sekarang fokus penghijauan dan pembangunan dahulu," pungkas Robby. (moe)