PROKAL.co, PENAJAM — Rencana pembangunan sekolah terpadu berkonsep boarding school di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memasuki tahap pengerjaan 3B. Proyek strategis tersebut kini berada pada fase persiapan lelang yang ditargetkan dimulai Oktober 2026.
Kepala Dinas Sosial (Dissos) PPU, Ainie, mengatakan seluruh persyaratan administrasi untuk pembangunan kompleks pendidikan tersebut telah diselesaikan. Lahan yang disiapkan pemerintah daerah seluas 6,7 hektare juga telah memiliki status legal yang jelas atau clear and clean.
“Persyaratan administrasi sudah kami lewati. Lahannya milik pemerintah daerah dan sudah bersertifikat, sehingga bebas dari risiko sengketa atau tumpang tindih,” kata Ainie, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, tahapan pembangunan tidak langsung masuk ke konstruksi bangunan utama. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya telah melakukan peninjauan lokasi dan merekomendasikan pekerjaan awal berupa pematangan lahan melalui proses cut and fill.
Saat ini, Pemkab PPU masih menunggu finalisasi dokumen perencanaan dari Kementerian PU. Dokumen tersebut diperlukan untuk melengkapi sejumlah persyaratan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
Dari sisi akses, Pemkab PPU juga menyiapkan pembangunan jalan menuju kawasan sekolah. Dinas PU PPU dijadwalkan membangun jalan masuk sepanjang 240 meter menggunakan konstruksi beton.
“Guna mendukung aksesibilitas kawasan, Dinas PU PPU juga dijadwalkan membangun jalan masuk sepanjang 240 meter dengan konstruksi beton,” ujarnya.
Ainie menyebut kepastian proyek semakin menguat setelah Kementerian Sosial menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait pembangunan sekolah tersebut.
Jika proses lelang pada Oktober 2026 berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik ditargetkan rampung pada Juli atau Agustus 2027. Setelah fasilitas selesai, Pemkab PPU akan segera membuka penerimaan peserta didik baru.
Pada tahun ajaran pertama, sekolah tersebut akan menerima satu angkatan yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem pendidikan berbasis asrama.
“Untuk kapasitas tiga kelas per angkatan, yakni satu kelas untuk tiap jenjang. Kuotanya sekitar 30 siswa per kelas,” jelas Ainie.
Selain ruang kelas, kompleks pendidikan itu akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti sarana olahraga, ruang praktik, hingga asrama terpadu.
Ketersediaan tenaga pendidik juga tengah dipersiapkan. Pemkab PPU membuka peluang perekrutan guru baru dengan teknis pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Kementerian Sosial dan Dinas Pendidikan.
“Untuk tahap awal, pemanfaatan tenaga pengajar yang ada akan diprioritaskan sambil memetakan kekurangan personel,” pungkasnya. (kim/adv)
Editor : Wawan