Bupati PPU Hadiri Rembug KTNA Nasional, Serap Gagasan Penguatan Pertanian dan Perikanan

Wawan • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 08:12 WIB
Pemkab PPU memanfaatkan Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 sebagai ruang memperluas jejaring sekaligus menyerap gagasan baru.
Pemkab PPU memanfaatkan Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 sebagai ruang memperluas jejaring sekaligus menyerap gagasan baru.

 

PROKAL.co, BATU — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memanfaatkan Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 sebagai ruang memperluas jejaring sekaligus menyerap gagasan baru untuk pengembangan sektor pertanian dan perikanan daerah.

Bupati PPU Mudyat Noor menghadiri pembukaan forum nasional tersebut di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Ia hadir bersama Ketua Komisi II DPRD PPU Tohirun, Anggota DPRD PPU bidang pertanian Sujiati, serta sejumlah pengurus KTNA PPU.

Mudyat mengatakan forum KTNA menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman dengan petani dan nelayan dari berbagai wilayah Indonesia.

“Rembug ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, bertukar pengalaman dan menyerap berbagai gagasan dari petani serta nelayan di seluruh Indonesia, termasuk PPU. Ini penting untuk mendorong sektor pertanian dan pangan semakin maju,” ujar Mudyat Noor usai kegiatan.

Menurutnya, berbagai gagasan dan pembahasan yang muncul dalam forum tersebut dapat menjadi bahan bagi PPU dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan. Mulai dari peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, pengembangan usaha hingga upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

“Bagi Pemerintah Kabupaten PPU, keikutsertaan dalam forum nasional ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan di daerah,” tambahnya.

Produksi Beras Nasional Naik

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Jenderal Dr. Ir. Suwandi, M.Sc.

Dalam paparannya, Suwandi menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan petani dan nelayan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menyampaikan produksi beras nasional mengalami peningkatan sekitar 4 juta ton atau 12 persen. Menurutnya, peningkatan produksi juga terjadi pada sejumlah komoditas strategis lainnya sehingga turut mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Tidak hanya padi, pencapaian swasembada ini juga mencakup delapan komoditas strategis lainnya yang telah dipidatokan oleh Presiden dalam sidang kenegaraan di DPR,” tutur Suwandi di hadapan peserta.

Kinerja tersebut, lanjutnya, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian yang mencapai 5,7 persen. Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) pangan disebut meningkat menjadi 124 pada 2025.

Pemerintah juga terus memperkuat kebijakan sektor pertanian melalui berbagai regulasi, termasuk penataan pupuk bersubsidi serta pengawasan tata niaga untuk memberikan perlindungan kepada petani.

Forum Tertinggi KTNA

Ketua Umum KTNA Nasional HM Yadi Sofyan Noor mengatakan Rembug Paripurna merupakan agenda lima tahunan sekaligus forum musyawarah tertinggi organisasi KTNA.

Forum tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah program KTNA dalam mendukung petani dan nelayan.

Pelaksanaan kegiatan di Kota Batu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pertanian Malang Raya. Peserta mengikuti berbagai agenda, termasuk expo pertanian yang menampilkan potensi pertanian dan agrowisata Kota Batu serta wilayah sekitarnya.

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 mengangkat tema “Bersama KTNA Maju Sejahtera Wujudkan Swasembada Pangan.”

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 2.000 peserta, terdiri atas petani, nelayan, pekebun, peternak, pelaku usaha pertanian serta pengurus KTNA dari berbagai daerah.

Melalui forum tersebut, KTNA diharapkan dapat semakin memperkuat peran dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, penguatan usaha serta kolaborasi untuk mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan nasional. (bs/adv)

Editor : Wawan
ADV PEMKAB PPU pemkab ppu