PROKAL.co, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuka peluang untuk menjadi salah satu lumbung pangan Kalimantan Timur. Namun, ambisi tersebut dinilai tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi pertanian, melainkan membutuhkan ekosistem pangan yang kuat dari hulu hingga hilir.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar mengatakan, daerahnya memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendukung cita-cita tersebut. Sejumlah kebutuhan dasar seperti infrastruktur, ketersediaan air, teknologi, kapasitas petani hingga kepastian pasar tetap harus diperkuat.
“Apakah PPU bisa menjadi lumbung pangan Kalimantan Timur? Saya kira peluang itu ada. Tinggal bagaimana potensi yang kita miliki dikelola secara serius dan konsisten,” tutur Tohar.
Hal tersebut disampaikan Tohar saat menjadi narasumber dalam podcast Kaltim Voice di Studio Podcast Taka Talk, Sekretariat Daerah Kabupaten PPU, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, membangun PPU sebagai lumbung pangan bukan sekadar mengejar peningkatan hasil produksi. Pemerintah daerah perlu membangun sistem yang mampu menghubungkan seluruh rantai produksi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Penguatan petani, dukungan sarana produksi, pengelolaan sumber daya air, penerapan teknologi serta akses pasar menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan sektor pangan.
IKN Jadi Peluang Ekonomi PPU
Dalam podcast tersebut, Tohar juga membahas keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai menjadi peluang strategis bagi PPU.
Menurutnya, posisi PPU yang berada di sekitar kawasan IKN membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengambil manfaat dari perkembangan kawasan tersebut.
Namun, peluang tersebut harus diikuti kesiapan masyarakat, terutama dari sisi kualitas sumber daya manusia dan kemampuan ekonomi lokal.
Tohar menilai penguatan UMKM menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan masyarakat daerah tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi di sekitar IKN.
Peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan produk lokal serta perluasan akses pasar menjadi bagian penting agar UMKM PPU mampu menangkap peluang ekonomi yang muncul seiring berkembangnya IKN.
“Keberadaan IKN merupakan peluang bagi PPU untuk berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, masyarakat harus dipersiapkan agar mampu mengambil peluang tersebut,” ujarnya.
Tohar menegaskan, pengembangan sektor pangan, UMKM dan pemanfaatan peluang dari keberadaan IKN harus berjalan beriringan.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki keterkaitan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui podcast Kaltim Voice, Pemkab PPU juga menjadikan ruang tersebut sebagai sarana komunikasi publik untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menyampaikan agenda pembangunan kepada masyarakat. (bs/adv)
Editor : Wawan