DPMD PPU Turun ke Desa, Evaluasi Penggunaan Anggaran dan Capaian Pembangunan

Wawan • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:33 WIB
Kesesuaian antara perencanaan dan realisasi pembangunan menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kesesuaian antara perencanaan dan realisasi pembangunan menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

PROKAL.co, PENAJAM- Kesesuaian antara perencanaan dan realisasi pembangunan menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pengawasan langsung dilakukan untuk memastikan program yang dibiayai anggaran desa berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi pembangunan di Desa Tengin Baru dan Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Selasa (6/10/2026).

Kepala DPMD PPU Tita Deritayati mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar memeriksa hasil pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi pemerintah desa dalam mengelola anggaran dan melaksanakan program pembangunan.

“Monitoring ini bukan semata-mata untuk melihat hasil kegiatan, tetapi juga bagian dari pembinaan. Kami ingin mengetahui progresnya, apakah pelaksanaan sudah sesuai dengan perencanaan dan bagaimana pemanfaatan anggarannya,” kata Tita.

Melalui kunjungan langsung ke desa, DPMD berupaya memperoleh gambaran mengenai perkembangan program, capaian kegiatan, serta kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan pembangunan. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi terhadap tata kelola anggaran desa.

Dalam pelaksanaannya, DPMD PPU melibatkan sejumlah unsur terkait, yakni DPRD, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Bagian Hukum. Keterlibatan lintas unsur ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi persoalan dari berbagai aspek, termasuk pengelolaan keuangan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Tita menyebut, kendala yang ditemukan selama monitoring akan menjadi bahan pembahasan bersama untuk menentukan langkah tindak lanjut. Dengan begitu, persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera ditangani tanpa menghambat program pembangunan.

“Kalau ditemukan kendala, tentu akan menjadi bahan evaluasi bersama. Yang paling penting bagaimana persoalan tersebut bisa segera ditindaklanjuti sehingga tidak menghambat pelaksanaan pembangunan desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil monitoring dan evaluasi akan dirangkum menjadi rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan program ke depan. Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan kegiatan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran.

DPMD PPU pun mengingatkan pemerintah desa agar mengelola anggaran secara cermat dan memastikan program yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Harapannya, melalui pembinaan seperti ini pemerintah desa semakin memahami tata kelola anggaran yang baik, sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” pungkasnya.

Monitoring di Desa Tengin Baru dan Desa Bukit Raya menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU memperkuat pembinaan pemerintahan desa. Pengawasan dan evaluasi secara langsung diharapkan dapat mendorong pembangunan desa yang lebih efektif, tertib, dan akuntabel. (kim/adv)

Editor : Wawan
ADV PEMKAB PPU pemkab ppu