Buka Peluang Pasar Modern, Bupati PPU Minta Perajin Lokal Manfaatkan Limbah Sawit

Wawan • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:45 WIB
Mudyat Noor
Mudyat Noor

 

PROKAL.co, PENAJAM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membidik pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai mesin penggerak ekonomi baru. Langkah hilirisasi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini dinilai mampu menjadi solusi di tengah berkurangnya transfer dana ke daerah.

Bupati PPU, Mudyat Noor mengungkapkan, potensi produk turunan dari limbah kelapa sawit sangat menjanjikan dan mampu bersaing di pasar modern. Keyakinan tersebut muncul usai dirinya meninjau langsung pameran pemanfaatan limbah sawit di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kemarin kita kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit dalam rangka pemanfaatan limbah sawit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Waktu itu saya melihat pamerannya di Jakarta dan memang luar biasa turunan yang dibuat dari limbah sawit ini," kata Mudyat Noor di Kantor Bupati PPU, dikutip Rabu (21/10).

Pernyataan tersebut disampaikan Mudyat Noor setelah agenda Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM PPU Tahun 2026. Ia menyebutkan, pelatihan strategis ini hanya digelar di tiga wilayah di Indonesia, yakni PPU, Luwu Utara, dan Mempawah.

Mudyat berharap perajin serta pekerja sawit lokal bergerak cepat menangkap peluang tersebut. Hasil olahan limbah ini diharapkan tidak sekadar memenuhi pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar luar daerah.

"Saya meminta workshop dilaksanakan di PPU agar bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Banyak produk yang bisa dihasilkan, ada sabun dari turunan beberapa limbah, ada juga kerajinan dari batang tanduk sawit yang dicacah menjadi partisi empuk, hingga produk tas," jelas Mudyat.

Lebih lanjut, Mudyat tidak memungkiri bahwa kondisi keuangan daerah kini tengah melambat akibat penurunan dana perimbangan. Pemanfaatan limbah dinilai sangat ideal karena menekan modal produksi para pelaku usaha kecil.

"Kita dorong terus UMKM di tengah situasi ekonomi hari ini, apalagi ada pengurangan dana transfer ke daerah sehingga perputaran uang agak terganggu. Karena bahan bakunya dari limbah, pelaku UMKM tidak kesulitan mengambil bahan baku, bukan mengambil produk utamanya," kata Mudyat.(rie/adv)


Jamin Masa Depan Petani, Pemkab PPU Dorong Optimalisasi Irigasi Bersama BWS Kalimantan IV

PENAJAM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Bupati PPU, Mudyat Noor secara khusus menemui jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Samarinda untuk membahas penyediaan air baku, penanganan banjir, hingga penguatan jaringan irigasi pertanian.

Pertemuan koordinasi lintas instansi tersebut digelar di Ruang Rapat Mahakam BWS Kalimantan IV, Samarinda, awal pekan ini. Langkah tersebut ditempuh guna memastikan program pemerintah daerah selaras dengan agenda pemerintah pusat, mengingat pengelolaan wilayah sungai berada di bawah kewenangan pusat.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Mudyat didampingi oleh Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU< Abdul Rasyid serta Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Muhajir. Mudyat menegaskan, ketersediaan infrastruktur sumber daya air menjadi fondasi utama penopang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat PPU.

"Audiensi dan konsolidasi dengan kawan-kawan BWS IV untuk berkoordinasi bersama dalam rangka membangun infrastruktur di PPU yang berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat," kata Mudyat dikutip Rabu (21/10).

Dikatakannya pula, bahwa fokus pembahasan juga menyasar penguatan jaringan irigasi untuk menggenjot produktivitas sektor pertanian. Mudyat menilai para petani lokal sangat membutuhkan jaminan ketersediaan air agar produktivitas lahan mereka tetap optimal dan terjaga sepanjang musim.

"Sektor pertanian butuh kepastian pasokan air, dan pengelolaan lahan irigasi pertanian selama ini kewenangannya ada di BWS. Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan fasilitas irigasi berfungsi maksimal," ujar Mudyat.

Ia berharap konsolidasi aktif ini mampu mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di daerah, khususnya penyediaan air baku dan mitigasi bencana banjir. Kolaborasi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama percepatan pembangunan di PPU.

"Mudah-mudahan sinergi yang kami bangun antara Pemkab PPU dengan BWS IV Kaltim bisa membuahkan hasil nyata dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten PPU," katanya.(rie/adv)

Editor : Wawan
ADV PEMKAB PPU pemkab ppu