KNMP PPU Ditarget Rampung Desember 2026, Nelayan Menaruh Harapan

Wawan • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:13 WIB
Setelah berjuang mendapatkan hasil tangkapan, mereka masih harus memikirkan tempat pendaratan ikan, penyimpanan hasil laut, perbekalan, hingga biaya transportasi untuk menjual ikan.
Setelah berjuang mendapatkan hasil tangkapan, mereka masih harus memikirkan tempat pendaratan ikan, penyimpanan hasil laut, perbekalan, hingga biaya transportasi untuk menjual ikan.

 

PROKAL.co, PENAJAM – Melaut bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi nelayan. Setelah berjuang mendapatkan hasil tangkapan, mereka masih harus memikirkan tempat pendaratan ikan, penyimpanan hasil laut, perbekalan, hingga biaya transportasi untuk menjual ikan.

Bagi sebagian nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, membawa hasil tangkapan ke Balikpapan menjadi salah satu pilihan pemasaran. Namun, perjalanan tersebut membutuhkan tambahan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan transportasi yang dapat mengurangi pendapatan.

Kini, harapan untuk memperpendek rantai pemasaran itu mulai terbuka melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pembangunan KNMP di PPU merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan dukungan pemerintah pusat bagi kebutuhan nelayan. Bupati PPU Mudyat Noor sebelumnya mengusulkan program tersebut kepada KKP agar masyarakat pesisir memperoleh fasilitas perikanan yang lebih memadai.

Tiga kawasan menjadi sasaran pengembangan, yakni Kelurahan Nenang, Kelurahan Tanjung Tengah, dan Desa Api-Api. Nenang direncanakan sebagai pusat KNMP di PPU, sedangkan Tanjung Tengah dan Api-Api menjadi kawasan penyangga yang mendukung aktivitas perikanan di wilayah pesisir.

Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Abdul Malik, menjelaskan bahwa keberadaan KNMP diharapkan membuka alternatif pemasaran hasil tangkapan yang lebih dekat bagi nelayan.

Selama ini, sebagian nelayan harus membawa ikan ke Balikpapan untuk menjangkau pasar. Dengan tersedianya fasilitas pendukung di kawasan KNMP, mereka diharapkan dapat menekan biaya operasional dan mengoptimalkan nilai ekonomi hasil tangkapan.

Di Kelurahan Nenang, pembangunan direncanakan mencakup sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es portabel, gudang beku, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), tangki air, fasilitas docking untuk perbaikan perahu, hingga kios perbekalan.

Fasilitas tersebut dirancang untuk saling melengkapi kebutuhan nelayan, baik sebelum berangkat melaut maupun setelah kembali membawa hasil tangkapan.

Ketersediaan es dan gudang beku, misalnya, diharapkan mendukung penanganan serta penyimpanan ikan. Sementara itu, fasilitas perbaikan perahu dan kios perbekalan dapat membantu menunjang kesiapan nelayan untuk kembali melaut.

Dengan infrastruktur yang lebih tertata, kawasan KNMP diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas perikanan yang produktif sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

Pengembangan KNMP di setiap kawasan disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas yang telah tersedia.

Di Desa Api-Api, pembangunan memanfaatkan PPI yang sudah ada. Pengembangan diarahkan pada penyediaan pabrik es portabel, renovasi sejumlah bangunan, serta pembangunan jeti beton.

Jeti tersebut direncanakan untuk membantu kapal nelayan keluar-masuk kawasan pantai dengan lebih aman. Sementara itu, renovasi bangunan dan penambahan fasilitas diharapkan membuat infrastruktur yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Adapun di Kelurahan Tanjung Tengah, tahapan pembangunan masih berlanjut melalui penentuan titik lokasi.

Perbedaan tahapan di ketiga kawasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas baru, tetapi juga menyesuaikan kebutuhan dan potensi infrastruktur perikanan yang telah tersedia.

Bagi masyarakat pesisir, pembangunan KNMP bukan sekadar proyek infrastruktur. Program ini membawa harapan agar kebutuhan melaut semakin mudah dipenuhi dan aktivitas perikanan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga nelayan.

Ansyar, salah seorang nelayan dari Desa Api-Api, menyampaikan rasa syukur sekaligus dukungannya terhadap program tersebut.

“Kami sebagai masyarakat tentunya melihat pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan skala prioritas, dan saat ini kami merasa bersyukur serta mendukung dengan adanya program KNMP ini, sehingga ke depannya dapat menunjang kebutuhan para nelayan,” ungkapnya.

Dukungan masyarakat menjadi modal penting agar fasilitas yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal. Keberhasilan program juga akan bergantung pada pengelolaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan fasilitas sesuai kebutuhan nelayan.

Pembangunan KNMP di Kabupaten PPU ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026.

Melalui program ini, pemerintah berharap infrastruktur perikanan yang lebih memadai dapat membantu menekan beban operasional, memperluas pilihan pemasaran hasil tangkapan, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.

Bagi nelayan PPU, harapan akhirnya sederhana: hasil tangkapan tidak hanya melimpah, tetapi juga dapat dipasarkan dengan lebih efisien sehingga pendapatan yang dibawa pulang ke rumah semakin optimal. (bs/adv)

Editor : Wawan
ADV PEMKAB PPU pemkab ppu