Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkot Balikpapan Tambah CCTV di Titik Rawan

Redaksi • Jumat, 2 Mei 2025 - 11:30 WIB
Salah satu sudut kota Balikpapan.
Salah satu sudut kota Balikpapan.

 

Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat transformasi digital dalam sistem lalu lintas dengan memperkuat implementasi Smart City. Salah satu langkah strategis adalah memperluas jaringan CCTV di area publik, khususnya titik-titik lalu lintas rawan seperti U-turn dan perlintasan padat kendaraan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyatakan, modernisasi sistem pengawasan lalu lintas merupakan bagian dari upaya menciptakan tata kelola kota yang lebih responsif dan berbasis data.

"Kami tengah memperluas cakupan teknologi pemantauan, termasuk CCTV yang terintegrasi langsung dengan sistem pengawasan pusat. Titik-titik U-turn seperti di kawasan SPS dan Milor menjadi prioritas karena tingkat kerawanannya," ujarnya.

Penguatan sistem ini turut didukung sinergi dengan instansi terkait seperti Polres dan Kodam. Pemkot Balikpapan akan menempatkan perangkat pemantauan baru di jalur-jalur strategis, serta mengoptimalkan pos-pos pengawasan yang telah ada.

"Peningkatan teknologi ini tak bisa berdiri sendiri. Kami bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap rekaman dan data yang diperoleh dapat segera ditindaklanjuti di lapangan," katanya.

Area seperti simpang Wika juga tengah dikaji untuk penerapan desain lalu lintas berbasis smart engineering, seperti rekayasa arus dan pembangunan pulau jalan digital yang dilengkapi sensor.

Selain pengawasan, Pemkot juga mulai mengembangkan sistem lalu lintas dinamis, di mana marka jalan dan rambu dapat disesuaikan dengan kondisi real-time. "Untuk jalan dalam kota, kami mulai uji coba pengaturan arus berbasis waktu dan volume kendaraan. Ini akan mengurangi kemacetan tanpa harus melakukan perubahan fisik besar," jelasnya.

Ia Kota menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota cerdas yang adaptif terhadap tantangan urbanisasi. Dengan pengawasan real-time dan intervensi cepat berbasis data, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.

"Smart City bukan hanya soal teknologi, tapi bagaimana teknologi digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup warga. Itulah yang ingin kami bangun di Balikpapan," tutupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria