Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Isu BBM Oplosan Merebak di Balikpapan, Begini Pernyataan Dinas Perdagangan

Redaksi • Sabtu, 3 Mei 2025 | 11:00 WIB
ilustrasi BBM
ilustrasi BBM

Di tengah kekhawatiran publik soal dugaan beredarnya bahan bakar minyak (BBM) oplosan di Kalimantan Timur, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan akhirnya angkat bicara. Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi peredaran BBM oplosan di wilayah Balikpapan.

Klarifikasi ini muncul menyusul merebaknya kasus BBM oplosan di Samarinda pada akhir Februari hingga awal Maret lalu, yang sempat membuat heboh warga. "Itu kejadiannya di Samarinda, bukan Balikpapan. Bahkan, Pemkot Samarinda sempat memberikan kompensasi Rp300 ribu kepada pengendara roda dua yang terdampak,” jelas Haemusri.

Meski belum ada laporan resmi atau temuan BBM oplosan di kota minyak ini, Disdag tetap mengambil sikap proaktif. Pihaknya telah mengirim surat kepada Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap sampel BBM dari berbagai SPBU di Balikpapan.

“Pertamina Patra Niaga sudah memastikan bahwa tidak ada indikasi BBM oplosan di Balikpapan. Tapi saya tetap minta mereka ambil sampel dari SPBU-SPBU, baik Pertalite maupun Pertamax, untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga,” tegas Haemusri.

Kewenangan Terbatas, Koordinasi Jadi Kunci

Lebih lanjut, Haemusri menjelaskan bahwa wewenang Dinas Perdagangan hanya sebatas melakukan uji tera, yakni pemeriksaan alat ukur seperti dispenser BBM di SPBU. Untuk pengujian kandungan atau komposisi BBM secara laboratorium, hal itu berada di luar lingkup kewenangan dinas. “Kami tidak bisa uji laboratorium BBM. Yang bisa kami lakukan hanya memastikan alat ukurnya akurat,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat Balikpapan untuk tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi. “Selama belum ada bukti kuat, jangan langsung percaya. Kami terus pantau dan siap bertindak jika ada laporan yang valid,” tutupnya.(rif/ono)

Editor : Indra Zakaria