Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waduk Telaga Sari Dipenuhi Sampah Plastik

Redaksi • Jumat, 9 Mei 2025 | 12:45 WIB
Tumpukan sampah plastik terlihat mengapung di Waduk Telaga Sari, mencemari keindahan dan ekosistemnya.(foto: Ato for Balikpapan Pos)
Tumpukan sampah plastik terlihat mengapung di Waduk Telaga Sari, mencemari keindahan dan ekosistemnya.(foto: Ato for Balikpapan Pos)

 

Waduk Telaga Sari, yang selama ini menjadi salah satu oase hijau di tengah Kota Balikpapan, kini menghadapi ancaman serius akibat pencemaran sampah plastik. Aliran parit yang menuju waduk dipenuhi limbah rumah tangga, terutama plastik, yang terbawa arus tanpa penyaringan.

Pemandangan memilukan ini menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Balikpapan. Anggotanya, Laisa Hamisah, menyampaikan keprihatinan atas menumpuknya sampah di kawasan tersebut yang mengganggu estetika sekaligus mencemari lingkungan.

“Kerusakan sistem penyaring sampah di saluran air menyebabkan semua limbah masuk langsung ke waduk. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap Laisa. 

Laisa mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan segera bertindak melakukan pembersihan rutin, terutama di parit-parit yang menjadi jalur utama aliran menuju waduk. “Kalau terus dibiarkan, bukan hanya mengganggu pemandangan, tapi bisa mempengaruhi kualitas air dan ekosistem waduk secara keseluruhan,” tambahnya.

Namun, ia menegaskan bahwa upaya pelestarian Waduk Telaga Sari bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kesadaran kolektif harus dibangun. Warga sekitar harus peduli. Jangan sampai waduk ini kehilangan fungsinya karena kelalaian kita sendiri,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Laisa mendorong DLH untuk segera memperbaiki sistem penahan sampah yang rusak dan menambahkan papan imbauan di titik-titik rawan pencemaran. Ia juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan secara berkelanjutan.

“Perubahan hanya bisa terjadi jika ada aksi nyata. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama—perbaiki sistemnya, bangun kesadarannya,” tutupnya.(ato/han)

Editor : Indra Zakaria