Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemkot Balikpapan Bagikan Seragam untuk Siswa Baru SD dan SMP, Motif Batik Mau Dibakukan

Redaksi • 2025-07-09 11:15:00
ILUSTRASI: Irfan Taufik, Kepala Disdikbud Balikpapan saat menunjukkan seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP negeri tahun lalu. (Dok)
ILUSTRASI: Irfan Taufik, Kepala Disdikbud Balikpapan saat menunjukkan seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP negeri tahun lalu. (Dok)

 

BALIKPAPAN – Menjelang tahun ajaran baru 2025, Pemerintah Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan merata. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemkot memastikan bahwa seluruh siswa baru SD dan SMP negeri yang lolos melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 akan menerima seragam sekolah gratis.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan bahwa pembagian seragam dilakukan segera setelah pengumuman kelulusan seleksi. Ia menegaskan bahwa orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk keperluan seragam.

“Seragamnya sudah tersedia. Begitu siswa diumumkan masuk sekolah, langsung kami bagikan. Jadi orang tua nggak usah repot-repot beli lagi,” ujar Irfan.

Tiga jenis seragam akan diberikan untuk siswa SD dan SMP, yakni seragam nasional (putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP), seragam batik khas Balikpapan, dan seragam pramuka. Sementara itu, untuk jenjang PAUD, pemerintah hanya menyediakan seragam batik.

Irfan menjelaskan bahwa jumlah seragam yang disediakan tahun ini mengalami peningkatan 2–3 persen dari tahun sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan jumlah peserta didik baru.

Hal menarik dari program tahun ini adalah rencana penyeragaman motif batik khas Balikpapan untuk seluruh sekolah. Jika sebelumnya setiap sekolah memiliki variasi desain batik yang berbeda, kini motif tersebut akan dibakukan guna memperkuat identitas lokal.

“Kami ingin motif batiknya dibakukan, jadi tiap tahun nggak gonta-ganti. Lebih rapi dan punya ciri khas,” tambah Irfan. Terkait antrean panjang pada proses verifikasi SPMB 2025, Irfan menyebut hal itu masih dalam batas wajar karena jumlah peserta yang besar. Pihaknya telah menerapkan sistem antrean berbasis token agar proses tetap tertib.


Menjawab isu pemalsuan dokumen atau piagam, Irfan menyatakan hingga kini belum ada laporan resmi. Namun ia memastikan bahwa pihaknya bersikap tegas terhadap pelanggaran dan tidak akan mentoleransi kecurangan.

“Kalau sampai ada yang memalsukan, laporkan saja. Pasti kami tindak. Tapi saya percaya, orang tua juga ingin yang terbaik, bukan jalan pintas,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan dalam menciptakan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan, terutama bagi keluarga kurang mampu. Harapannya, bantuan seragam gratis ini mampu mengurangi beban ekonomi orang tua sekaligus mendorong siswa lebih siap memasuki dunia pendidikan formal.(*)

 

Editor : Indra Zakaria