BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang kerap menghantui warga, terutama saat musim kemarau. Melalui perencanaan strategis, Pemkot kini memprioritaskan dua proyek besar untuk menambah pasokan air baku, yakni pembangunan Embung Aji Raden dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku Semoi.
Kepala Bappeda-Litbang Kota Balikpapan, Murni, mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber air baku menjadi akar masalah dari lemahnya tekanan distribusi hingga diberlakukannya sistem giliran air di sejumlah wilayah. Sebagai panduan, Pemkot telah menyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) untuk mendukung operasional PTMB Balikpapan.
Fokus pada Embung Aji Raden Proyek Embung Aji Raden dinilai sebagai opsi paling realistis untuk menambah pasokan air baku dalam jangka menengah. Embung ini ditargetkan mampu menyuplai sekitar 200 liter per detik dengan proyeksi penyelesaian pada tahun 2027–2028.
Namun, tantangan besar masih membentang di depan mata. Pemkot harus menuntaskan pembebasan lahan seluas lebih dari 72 hektare. Saat ini, alokasi APBD telah disiapkan untuk proses ganti rugi lahan sembari menunggu pelimpahan kewenangan kembali dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur karena penetapan lokasi (penlok) sebelumnya telah kedaluwarsa.
Investasi Rp 1,2 Triliun di SPAM Sepaku Semoi Selain embung, harapan besar diletakkan pada SPAM Sepaku Semoi untuk menutup defisit air baku yang diperkirakan mencapai 1.000 liter per detik. Proyek ini direncanakan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 1,2 triliun.
Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan intake, jaringan transmisi, hingga sambungan rumah dengan masa operasional mencapai 30 tahun. Meski melibatkan pihak swasta, Murni memastikan bahwa pemerintah tetap akan mengawal agar tarif air nantinya tetap terjangkau bagi masyarakat. (*)
Editor : Indra Zakaria