Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal di RDMP Balikpapan, Disnaker Fokus pada Peningkatan Skill

Redaksi Prokal • 2026-01-26 14:45:00
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan, Adamin Siregar

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya memastikan tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya proyek strategis nasional seperti Refinery Development Master Plan (RDMP). Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), pemkot mendorong penguatan kompetensi agar pekerja asli daerah mampu memenuhi standar tinggi yang dibutuhkan industri skala internasional tersebut.

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, menjelaskan bahwa meskipun pengawasan ketenagakerjaan secara struktural berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Kaltim, koordinasi di lapangan tetap berjalan intensif. Saat ini, terdapat sekitar 10 personel pengawas provinsi yang bertugas di Balikpapan untuk memastikan aturan main ketenagakerjaan dipatuhi oleh perusahaan-perusahaan besar.

"Meskipun RDMP sudah berjalan dan diresmikan, kebutuhan tenaga kerja di lapangan masih cukup besar. Kami terus berupaya agar komposisi tenaga kerja lokal bisa lebih diberdayakan," ujar Adamin, Kamis (22/1/2026).

Namun, Adamin memberikan catatan realistis bahwa penyerapan tenaga kerja lokal sangat bergantung pada kesiapan skill dan kompetensi. Meskipun terdapat Peraturan Daerah yang mengatur tentang pengutamaan tenaga kerja lokal, perusahaan tetap diizinkan merekrut pekerja dari luar jika spesifikasi keahlian yang dibutuhkan tidak tersedia di daerah.

"Kami tidak bisa memaksakan perusahaan jika memang skill-nya belum mampu. Prinsip utama adalah kesesuaian antara kebutuhan pekerjaan dan kemampuan tenaga kerja. Itulah mengapa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama," tambahnya.

Saat ini, Disnaker Balikpapan telah melaksanakan serangkaian program pelatihan kerja untuk menjembatani kesenjangan keahlian tersebut. Meski mengakui adanya keterbatasan anggaran untuk menjangkau seluruh pencari kerja, pemerintah berkomitmen untuk mengevaluasi dan menyesuaikan jenis pelatihan dengan kebutuhan riil dunia kerja di masa depan.

Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi warga Balikpapan untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam proyek industri migas, sehingga dampak ekonomi dari keberadaan RDMP dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal melalui ketersediaan lapangan kerja. (*)

Editor : Indra Zakaria