Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Semayang Berdarah, KSOP Balikpapan Ancam Audit Total Manajemen Perusahaan Pelayaran

Redaksi Prokal • 2026-01-30 13:00:00
Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capt Weku Frederik Karuntu. (KP)
Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capt Weku Frederik Karuntu. (KP)

 

BALIKPAPAN – Dunia maritim Kota Beriman kembali dirundung duka mendalam. Belum usai penyidikan terkait insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX, kecelakaan kerja fatal kembali terjadi di Pelabuhan Semayang pada Rabu (28/1/2026) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Kali ini, seorang anak buah kapal (ABK) berinisial DN (21) asal Ponorogo, Jawa Timur, dinyatakan meninggal dunia setelah terjepit alat berat saat proses pemuatan excavator ke dalam lambung KM Madani Nusantara.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Capt Weku Frederik Karuntu, mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa nahas ini. Dalam kurun waktu dua hari saja, tercatat sudah ada empat korban jiwa yang melayang akibat rentetan insiden di atas kapal. Menanggapi situasi darurat keselamatan ini, KSOP langsung mengerahkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna melakukan investigasi menyeluruh.

Pemeriksaan kali ini dipastikan akan jauh lebih mendalam dan tidak hanya menyasar pada kronologi di lapangan. KSOP berencana melakukan audit total terhadap manajemen perusahaan pelayaran untuk meninjau kembali penerapan International Safety Management (ISM) Code. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah standar operasional prosedur (SOP) benar-benar telah diturunkan dari pihak manajemen ke kru kapal, atau hanya sekadar dokumen formalitas semata.

Lebih lanjut, Capt Weku menegaskan bahwa pihaknya akan menggandeng tenaga profesional dan ahli di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk mengevaluasi pemahaman para kru terhadap risiko kerja di atas kapal. Audit ini akan menjadi dasar penilaian apakah perusahaan telah menjalankan kewajibannya dalam melindungi keselamatan nyawa pekerjanya. Jika dalam proses penyidikan nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian terhadap regulasi keselamatan pelayaran, pihak otoritas memastikan akan ada sanksi administratif tegas yang menanti.

Kejadian beruntun ini menjadi alarm keras bagi seluruh operator pelayaran di Pelabuhan Semayang untuk memperketat pengawasan pada setiap aktivitas bongkar muat. KSOP berharap melalui evaluasi besar-besaran ini, tidak ada lagi nyawa yang harus dikorbankan demi kelancaran operasional logistik di laut. (*)

Editor : Indra Zakaria