BALIKPAPAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan, gelombang protes mewarnai suasana di depan Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (9/2/2026). Aliansi Balikpapan Melawan (Bakwan) menggelar aksi unjuk rasa sebagai pengingat bagi pemerintah daerah agar seremonial perayaan tidak mengabaikan berbagai persoalan mendasar yang masih menghimpit warga.
Dalam aksi tersebut, massa berkumpul tepat di bawah gapura peringatan hari jadi kota. Sebagai simbol kekecewaan terhadap kinerja pemerintah, pengunjuk rasa melakukan aksi bakar ban bekas yang memicu kepulan asap hitam di halaman kantor. Meski sempat terjadi ketegangan dan aksi dorong dengan aparat kepolisian saat massa mencoba mendekati pagar utama, situasi secara umum berhasil dikendalikan dan tetap kondusif.
Koordinator Lapangan Aliansi Bakwan, Jusliadin, menegaskan bahwa posisi strategis Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) belum berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai predikat "kota layak huni" yang disandang Balikpapan berbanding terbalik dengan realita di lapangan, di mana warga masih berkutat dengan masalah banjir, keterbatasan layanan kesehatan, hingga krisis di sektor pendidikan.
Sektor infrastruktur menjadi sorotan tajam dalam orasi tersebut. Aliansi Bakwan menyoroti proyek penanganan banjir di kawasan MT Haryono, Beller, hingga BJ-BJ yang dinilai gagal meskipun telah menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Selain itu, mangkraknya pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat dianggap sebagai bukti nyata terhambatnya hak warga dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai.
Persoalan pendidikan dan keselamatan jalan raya juga menjadi poin tuntutan para demonstran. Jusliadin menyinggung rendahnya kesejahteraan guru dan ketidakpastian nasib tenaga honorer yang berdampak pada kualitas pendidikan. Sementara itu, untuk bidang keselamatan lalu lintas, ia mendesak adanya langkah hukum yang lebih konkret di titik rawan seperti Simpang Muara Rapak agar tragedi kecelakaan yang terus berulang tidak kembali memakan korban jiwa.
Aksi ini ditutup dengan harapan agar Pemerintah Kota Balikpapan menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi serius. Aliansi Bakwan menegaskan bahwa momentum HUT ke-129 seharusnya menjadi titik balik perbaikan tata kelola kota, sehingga kemajuan yang dibanggakan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Balikpapan. (*)
Editor : Indra Zakaria