BALIKPAPAN– Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memberikan imbauan penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menekankan bahwa menjalankan ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang bagaimana menjaga kualitas asupan makanan demi kelancaran ibadah.
Alwiati menegaskan bahwa pola makan seimbang merupakan kunci utama agar tubuh tetap bugar sepanjang bulan suci. Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih sering mengonsumsi makanan instan saat sahur maupun berbuka tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi kesehatan. Menurutnya, puasa akan terasa lebih ringan dan ibadah bisa dijalani secara maksimal jika dimulai dari pemilihan makanan yang bergizi dan seimbang.
Salah satu poin penting yang diingatkan adalah pembatasan konsumsi gorengan dan minuman dingin saat berbuka puasa. Kedua jenis konsumsi ini kerap menjadi pemicu gangguan pencernaan dan dapat memperburuk kondisi penyakit tertentu. Gorengan, menurut Alwiati, termasuk kategori makanan yang paling awal harus dihindari karena kandungan lemaknya yang tinggi dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Selama bulan Ramadan, keluhan kesehatan yang paling sering muncul di masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan hipertensi. Pola makan yang tinggi lemak dan garam berkontribusi besar terhadap kenaikan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi. Oleh karena itu, bagi penderita diabetes melitus maupun hipertensi, Alwiati mengingatkan agar konsumsi obat tetap dilakukan secara teratur dan tidak boleh dihentikan selama berpuasa.
Mengenai tren kasus ISPA di Balikpapan, hingga Februari 2026 jumlah kasus tercatat sekitar tujuh ribuan dan masih dalam kondisi yang relatif stabil atau terkendali. Namun, masyarakat diminta tetap waspada karena sifat penyebaran penyakit ini sangat fluktuatif, tergantung pada kondisi cuaca dan perilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing.
Sebagai langkah pencegahan menyeluruh, Dinkes Balikpapan mengajak warga untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini mencakup menjaga pola makan, tetap menggunakan masker saat beraktivitas di keramaian, serta disiplin melakukan isolasi mandiri apabila merasa sakit. Dengan kedisiplinan tersebut, diharapkan penyebaran penyakit dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan khusyuk dan sehat. (*)
Editor : Indra Zakaria