BALIKPAPAN– Gagasan pemerintah pusat untuk mendorong penggunaan atap genteng sebagai pengganti seng mulai menarik perhatian jajaran legislatif di daerah. Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menilai wacana tersebut memiliki potensi besar untuk membawa manfaat ganda, baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun penguatan ekonomi masyarakat secara luas.
Meski informasi mengenai program penggantian atap ini tergolong baru, Alwi menganggap konsep tersebut sangat layak untuk dikaji secara serius. Ia melihat adanya peluang efisiensi biaya bagi warga sekaligus menjadi stimulus bagi sektor usaha kecil di daerah. Menurutnya, jika penggunaan genteng terbukti lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan seng, maka gagasan ini menjadi terobosan yang menarik untuk dikembangkan di Balikpapan.
Kendati demikian, Alwi menekankan pentingnya kajian komparatif yang mendalam sebelum kebijakan tersebut benar-benar diimplementasikan. Perbandingan harga, daya tahan, serta manfaat jangka panjang antara kedua jenis material atap tersebut harus dipastikan secara akurat. Langkah ini krusial untuk menjamin bahwa kebijakan yang diambil nantinya benar-benar memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat dan tidak justru membebani.
Terkait arah kebijakan, Alwi menyebutkan bahwa apabila program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, maka pemerintah daerah dan DPRD harus bersikap adaptif. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama, terutama jika manfaat dari kebijakan tersebut jelas dirasakan oleh masyarakat dan mampu menciptakan efisiensi anggaran.
Lebih jauh, Alwi menyoroti potensi ekonomi lokal yang bisa bangkit melalui program ini, khususnya bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang produksi genteng tanah liat. Di Balikpapan sendiri terdapat pengusaha genteng yang selama ini telah beroperasi. Jika permintaan pasar meningkat secara nasional, hal ini tentu akan membuka lapangan kerja baru dan menghidupkan kembali rantai produksi usaha lokal yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal.
Optimisme senada juga diungkapkan Alwi terkait dampak luas pada sektor perumahan. Ia membayangkan jika kebutuhan genteng meningkat secara masif, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat secara keseluruhan akan ikut terdongkrak. Melalui kebijakan ini, Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga bisa mengambil peran aktif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan material bangunan yang lebih berkelanjutan. (*)
Editor : Indra Zakaria