PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Hingga pertengahan Februari 2026, fenomena antrean pencari kerja di Kota Balikpapan masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota. Data terbaru menunjukkan sekitar 5.000 warga tercatat aktif memegang kartu AK1 atau kartu kuning. Namun, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan mengungkapkan bahwa masalah utama pengangguran saat ini bukan sekadar minimnya lowongan, melainkan adanya jurang pemisah antara kualifikasi pelamar dengan standar yang dibutuhkan industri.
Pelaksana Tugas Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, menjelaskan bahwa terjadi ketidaksesuaian (mismatch) yang cukup signifikan. Di satu sisi perusahaan membuka peluang, namun di sisi lain banyak pelamar yang belum memenuhi syarat formal, seperti jenjang pendidikan minimal hingga sertifikasi khusus. Sebagai contoh, sektor kesehatan kini mensyaratkan minimal lulusan D2, sementara ketersediaan tenaga kerja di pasar masih didominasi oleh lulusan setingkat SMK.
Selain persoalan gelar pendidikan, syarat pengalaman kerja menjadi "tembok" yang paling sulit ditembus oleh para lulusan baru (fresh graduate). Dunia usaha di Balikpapan cenderung mencari tenaga kerja yang sudah memiliki jam terbang tinggi dan siap langsung diterjunkan ke lapangan. Hal ini membuat anak muda yang baru menyelesaikan pendidikan terjebak dalam siklus sulit: membutuhkan pekerjaan untuk mendapat pengalaman, namun butuh pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan.
"Seringkali perusahaan mencari yang sudah berpengalaman, sementara pelamar kita banyak yang baru lulus. Inilah yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja lokal belum bisa maksimal meski peluang itu ada," ujar Adamin.
Guna memecahkan kebuntuan tersebut, Disnaker Balikpapan kini gencar mendorong penguatan program magang sebagai solusi jangka pendek dan menengah. Skema ini dirancang agar pencari kerja lokal bisa mendapatkan pembekalan langsung di lingkungan perusahaan, sehingga mereka memiliki "nilai jual" berupa sertifikasi pengalaman saat melamar secara formal nantinya.
Saat ini, tiga perusahaan besar telah mulai menjalankan kolaborasi magang ini. Pemerintah kota menargetkan jumlah mitra perusahaan akan meningkat pesat dalam empat bulan ke depan. Dengan asumsi puluhan perusahaan bergabung dan masing-masing menampung peserta magang, ratusan pencari kerja lokal diprediksi akan memiliki bekal keterampilan praktis yang sesuai dengan standar kebutuhan industri saat ini.(*)
Editor : Indra Zakaria