Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Nekat Kabur dengan Wajah Melepuh, Gadis di Balikpapan Diduga Disiksa Pasutri Orang Tua Angkat

Redaksi Prokal • 2026-02-21 01:55:20

TERLUKA: Korban penganiayaan orangtua angkat, usai menjalani pengobatan di rumah sakit. (IST.)
TERLUKA: Korban penganiayaan orangtua angkat, usai menjalani pengobatan di rumah sakit. (IST.)

BALIKPAPAN — Tragedi kemanusiaan menimpa seorang perempuan muda berinisial KH (21) di Balikpapan. Ia menjadi korban dugaan penganiayaan berat yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) berinisial AS (44) dan ML (36) yang merupakan orang tua angkatnya. Korban menderita luka bakar serius di sekujur tubuh setelah diduga disiram air panas.

Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Jalan Bukit, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota. Kasus ini mulai terkuak saat warga di sekitar Bukit Niaga, Pasar Baru, menemukan korban sedang berjalan sendirian dalam kondisi lemas dengan luka bakar yang mengerikan di wajah dan tubuhnya. Warga yang iba segera menolong korban dan membawanya ke kantor kelurahan sebelum akhirnya dievakuasi polisi ke RS Bhayangkara.

Berdasarkan keterangan Salman, kakak kandung korban, KH nekat melarikan diri dari rumah karena sudah tidak sanggup menahan rasa sakit. Saat kejadian, tepat di waktu Magrib, korban diduga disiram air panas hingga wajahnya mengalami kerusakan fatal. Kondisi KH saat ini masih sangat memprihatinkan dengan balutan perban tebal yang menutupi hampir seluruh wajah, pipi, lengan, serta kaki kanannya.

Kisah di balik penganiayaan ini ternyata jauh lebih kelam. Keluarga kandung menyebut KH sudah dititipkan kepada pasutri tersebut sejak usia 11 tahun dengan harapan mendapatkan perawatan karena saat itu korban sedang sakit. Namun, alih-alih dirawat dengan kasih sayang, KH justru diduga dijadikan layaknya pembantu rumah tangga.

Selama bertahun-tahun, KH dipaksa bekerja terus-menerus dan sering mendapatkan kekerasan fisik jika terlihat lelah. Kekerasan tersebut diduga dilakukan secara bergantian oleh kedua orang tua angkatnya, meliputi pemukulan di bagian kepala, tubuh, hingga kaki. Akibat tekanan pekerjaan rumah tangga yang berat, pendidikan KH pun harus terhenti di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pihak keluarga kini telah resmi melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polresta Balikpapan. Kanit Identifikasi Polresta Balikpapan, Iptu Bayu Sukaca, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan intensif. Saat ini, polisi sedang mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk menyeret pelaku ke ranah hukum. (*)

Editor : Indra Zakaria