Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sidak Tiga Pasar Tradisional, Komisi II DPRD Balikpapan Desak Revitalisasi Total

Redaksi Prokal • 2026-03-12 02:41:34

TINJAU: Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah bersama anggota Komisi dan jajaran UPTD Pasar Sepinggan meninjau lapak pedagang saat sidak di Pasar Sepinggan, Selasa (10/3/2026).(*)
TINJAU: Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah bersama anggota Komisi dan jajaran UPTD Pasar Sepinggan meninjau lapak pedagang saat sidak di Pasar Sepinggan, Selasa (10/3/2026).(*)

 

BALIKPAPAN — Kondisi pasar tradisional yang semrawut dan terkesan kumuh menjadi perhatian serius jajaran legislatif Kota Beriman. Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga pasar besar, yakni Pasar Sepinggan, Pasar Rapak, dan Pasar Pandansari pada Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, didampingi Sekretaris Komisi II Taufik Qul Rahman beserta anggota lainnya. Fokus utama sidak adalah meninjau langsung kelayakan fasilitas, penataan lapak pedagang, hingga kualitas pelayanan di kantor UPTD pengelola pasar.

Dari hasil tinjauan di lapangan, Komisi II menilai revitalisasi pasar sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Fauzi Adi Firmansyah menegaskan bahwa kondisi pasar yang kurang tertata sangat memengaruhi kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ada beberapa hal yang wajib ditindaklanjuti. Salah satunya revitalisasi pasar agar tidak kumuh dan lebih tertata. Ini harus menjadi perhatian serius kepala daerah karena sifatnya mendesak,” tegas Fauzi saat meninjau Pasar Sepinggan.

Menurutnya, revitalisasi yang diharapkan bukan sekadar perbaikan fisik bangunan secara kosmetik, melainkan penataan ulang zonasi lapak pedagang agar lebih tertib dan pengelolaan fasilitas umum yang lebih profesional. Ia mengakui bahwa pola dagang yang semrawut sering kali dianggap sebagai kebiasaan lama, namun hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan kondisi pasar tetap tertinggal.

Selain menyoroti infrastruktur, rombongan dewan juga menyambangi kantor UPTD pasar setempat. Fauzi menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan administratif dan manajerial dari pihak pengelola pasar harus sejalan dengan perbaikan fisik. Hal ini penting untuk memastikan setiap persoalan yang dihadapi pedagang maupun pembeli dapat tertangani dengan cepat.

Langkah sidak ini diharapkan menjadi titik awal bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyusun perencanaan anggaran yang lebih konkret dalam memodernisasi pasar-pasar rakyat agar mampu bersaing dan memberikan kenyamanan maksimal bagi warga.(*)

Editor : Indra Zakaria