Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perketat Keamanan Pelabuhan Semayang, PELNI Balikpapan Tabuh Genderang Perang Melawan Calo

Redaksi Prokal • 2026-03-16 07:15:00

Penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Balikpapan di Pelabuhan Semayang diminta mewaspadai praktik percaloan tiket kapal menjelang periode arus mudik.
Penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Balikpapan di Pelabuhan Semayang diminta mewaspadai praktik percaloan tiket kapal menjelang periode arus mudik.

BALIKPAPAN- Menjelang periode arus mudik yang kian dekat, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Balikpapan mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan di Pelabuhan Semayang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk melindungi calon pemudik dari praktik percaloan tiket yang kerap meresahkan masyarakat.

Selain memperkuat pengamanan di area terminal, pihak PELNI juga menggencarkan sosialisasi prosedur pembelian tiket resmi agar masyarakat tidak terjebak rayuan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Cabang PT PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas sistem penjualan tiket mereka. "Intinya kami sangat menolak praktik percaloan. Di lingkungan kami sendiri tidak ada jalur seperti itu," ujar Ridwan dengan nada tegas. Ia menjelaskan bahwa seluruh transaksi tiket wajib dilakukan melalui kanal resmi guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Guna memberikan kemudahan bagi masyarakat, PELNI telah menyiapkan berbagai pilihan layanan pembelian tiket modern. Calon penumpang kini tidak perlu lagi berdesakan di pelabuhan hanya untuk memesan tempat, karena akses informasi dan pembelian sudah tersedia melalui call center 162 hingga aplikasi Pelni Mobile. "Dengan layanan ini masyarakat bisa mengetahui jadwal pelayaran sekaligus memesan tiket secara resmi," tambahnya, seraya menekankan pentingnya membeli tiket jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan.

Modus operandi calo yang sering kali menyebarkan informasi palsu mengenai tiket habis juga menjadi perhatian serius. Ridwan mengungkapkan bahwa oknum tertentu kerap memanfaatkan kepanikan calon penumpang demi keuntungan pribadi. "Kadang ada yang menyampaikan informasi bahwa tiket sudah habis, padahal sebenarnya masih tersedia. Situasi seperti ini sering dimanfaatkan oleh calo," jelasnya. Untuk itu, PELNI secara rutin memberikan pengumuman transparan melalui pengeras suara di terminal serta kanal media sosial resmi.

Ridwan pun mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar berani melaporkan jika menemukan indikasi praktik ilegal tersebut di area pelabuhan. Pihaknya memastikan akan segera berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk menindak tegas setiap laporan yang masuk. "Selama alokasi kursi masih tersedia, penumpang yang datang ke loket tetap kami layani. Jika sudah penuh, kami arahkan ke keberangkatan berikutnya," pungkas Ridwan, memastikan bahwa kepatuhan terhadap kapasitas yang ditetapkan Syahbandar adalah prioritas utama demi keselamatan pelayaran. (*)

Editor : Indra Zakaria