BALIKPAPAN – Kabar baik sekaligus imbauan kesabaran datang bagi warga Kota Minyak. Perbaikan jaringan pipa air berdiameter 600 mm di Kilometer 9 jalur Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Damai akhirnya dinyatakan rampung pada Jumat (10/4/2026) dini hari pukul 02.00 Wita. Meski pipa utama sudah berhasil disambung, distribusi air ke pelanggan dilaporkan belum sepenuhnya normal dan masih dilakukan secara bertahap.
Direktur Operasional Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Ali Rachman, menjelaskan bahwa pengerjaan kali ini memakan waktu lebih lama dari biasanya akibat medan yang sangat sulit di lapangan. Lokasi kebocoran yang berada di area berhutan dengan kondisi tanah becek mewajibkan petugas bekerja ekstra hati-hati pada kedalaman 2 hingga 3 meter menggunakan alat berat. Meskipun aliran air sudah mulai dibuka sejak dini hari, Ali menekankan bahwa pemulihan layanan ke rumah-rumah warga tidak terjadi secara instan layaknya menyalakan saklar lampu.
"Air tidak seperti listrik yang bisa langsung menyala serentak. Perlu proses sampai tekanan stabil di seluruh jaringan. Saat ini air mulai dialirkan, tetapi masih dalam proses normalisasi," jelas Ali Rachman mengenai kondisi distribusi saat ini.
Sistem distribusi air memerlukan tahap pengisian jaringan atau filling serta penyesuaian tekanan udara di dalam pipa agar tidak terjadi pecah susulan. PTMB memperkirakan normalisasi total akan memakan waktu sekitar empat hingga tujuh hari ke depan. Hal ini terutama dirasakan oleh pelanggan yang berada di titik ujung layanan atau kawasan perbukitan yang membutuhkan tekanan lebih kuat. Sejumlah wilayah yang masih terdampak proses normalisasi ini meliputi kawasan Kampung Damai, Simpang Tiga, MT Haryono, Gunung Malang, Telagasari, Prapatan, Muara Rapak, hingga jalur lingkar.
Sebagai solusi jangka pendek bagi warga yang benar-benar krisis air, PTMB tetap menyiagakan armada mobil tangki. Masyarakat yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih dapat mengajukan permintaan melalui call center resmi dengan tarif yang masih disubsidi oleh pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa transisi pengaliran air melalui pipa.
Menanggapi seringnya terjadi insiden kebocoran, Ali mengungkapkan bahwa faktor usia pipa yang sudah tua menjadi penyebab utama rapuhnya jaringan distribusi. Sebagai langkah jangka panjang, PTMB kini tengah gencar melakukan peremajaan jaringan secara bertahap. Setelah merampungkan penggantian pipa di ruas KM 8 hingga KM 12, tahun ini PTMB berencana melanjutkan proyek penggantian sepanjang 200 meter lagi dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Pihak manajemen mengimbau warga untuk tetap bersabar dan menampung air secukupnya hingga tekanan distribusi kembali stabil sepenuhnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co