Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tiket Pesawat Kian Mahal, Jalur Laut Jadi Primadona Baru Menuju Balikpapan

Redaksi Prokal • Rabu, 15 April 2026 - 12:50 WIB
Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Tiket pesawat yang mahal membuat jalur transportasi laut jadi andalan warga.
Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Tiket pesawat yang mahal membuat jalur transportasi laut jadi andalan warga.

BALIKPAPAN – Fenomena unik sekaligus memprihatinkan kini tengah mewarnai dunia transportasi di Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). Lonjakan harga tiket pesawat menuju Balikpapan yang melambung tinggi, dibarengi dengan sulitnya mendapatkan kursi penerbangan, memaksa masyarakat untuk memutar otak. Alhasil, jalur laut kini kembali menjadi primadona bagi warga yang enggan merogoh kocek terlalu dalam atau mereka yang kehabisan tiket pesawat demi bisa menginjakkan kaki di Kota Minyak.

Kondisi ini bukan tanpa sebab, mengingat posisi strategis Balikpapan yang kini menjadi pusat gravitasi ekonomi dan logistik sebagai daerah penyangga utama IKN. Tingginya intensitas agenda bisnis, proyek infrastruktur skala nasional, hingga berbagai pertemuan organisasi internasional telah memicu lonjakan permintaan tiket yang tidak sebanding dengan kapasitas armada udara yang tersedia. Akibatnya, hukum pasar pun berlaku; harga melesat tajam sementara ketersediaan kursi di berbagai maskapai menjadi barang mewah yang sulit didapat dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tiket Pesawat "Terbang Tinggi" Lewati Nalar: Rakyat Menjerit, Subsidi Triliunan Menguap Jadi Angin Lalu?

Tri Adi Wijaya, pemilik Abadi Travel Balikpapan, mengakui bahwa situasi dalam beberapa pekan terakhir memang cukup menantang bagi para agen perjalanan. Menurutnya, kenaikan harga ini merupakan akumulasi dari meningkatnya biaya operasional maskapai, mulai dari harga avtur yang fluktuatif hingga biaya layanan bandara. Ia menjelaskan bahwa Balikpapan saat ini benar-benar menjadi pusat aktivitas yang sangat sibuk, di mana perjalanan dinas dan mobilitas pekerja proyek IKN mendominasi manifes penumpang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Dampak dari "rebutan kursi" di udara ini sangat terasa bagi masyarakat umum dan pelaku UMKM yang memiliki anggaran terbatas. Tri mengungkapkan bahwa pihaknya sering kali terpaksa mengecewakan pelanggan atau mengalihkan jadwal keberangkatan karena tiket sudah ludes terjual jauh-jauh hari. Kelangkaan ini diperparah dengan momen pasca-Lebaran yang masih menyisakan arus balik serta rombongan jamaah umrah yang ramai-ramai memesan tiket menuju Balikpapan, sehingga persaingan mendapatkan kursi kian sengit. (*)

Editor : Indra Zakaria
#pelni #Balikpapan All Star