BALIKPAPAN – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat kini berada dalam pengawasan ketat legislatif. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi layanan kesehatan bagi warga setempat tersebut dilaporkan mengalami kendala serius, dengan progres pembangunan yang baru mencapai angka 17 persen.
Dalam rapat dengar pendapat yang digelar DPRD Kota Balikpapan pada Senin (20/4/2026), terungkap fakta mengejutkan bahwa kontraktor pelaksana telah mengembalikan dana lebih dari Rp2 miliar. Saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah turun tangan melakukan audit investigasi untuk menelusuri akar permasalahan yang menyebabkan tersendatnya proyek strategis ini.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan bahwa pihaknya mengambil sikap tegas dengan menahan "lampu hijau" untuk kelanjutan proyek tersebut. Legislatif memilih menunggu hasil audit tuntas demi menghindari potensi masalah hukum di masa depan. "Kami ingin memastikan transparansi. Setiap rupiah anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan sebelum melangkah lebih jauh," ujar Alwi.
Meski kebutuhan akan fasilitas kesehatan di Balikpapan Barat sangat mendesak, DPRD belum memutuskan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus). Opsi pembentukan Pansus masih bersifat dinamis, tergantung pada hasil audit BPK yang diperkirakan rampung dalam waktu 30 hari ke depan.
Jika nantinya hasil audit menyatakan proyek bersih dari pelanggaran, peluang untuk melanjutkan pembangunan RS Sayang Ibu tetap terbuka. Namun, Alwi mengisyaratkan bahwa pembahasan anggaran kelanjutan proyek kemungkinan besar baru bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2027. Untuk saat ini, akuntabilitas keuangan daerah menjadi prioritas utama di atas percepatan fisik bangunan. (*)
Editor : Indra Zakaria