Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Demi Keamanan Warga, Dishub Kebut Pemasangan 1.600 Lampu Jalan di Seluruh Penjuru Kota

Redaksi Prokal • Minggu, 7 Juni 2026 | 08:15 WIB
Penerangan Jalan Umum di Balikpapan dengan lampu dan tiang yang artistik.
Penerangan Jalan Umum di Balikpapan dengan lampu dan tiang yang artistik.

PROKAL.CO- Pemerintah Kota Balikpapan terus bergerak cepat menggenjot realisasi program "Balikpapan Terang" sebagai langkah strategis mendongkrak kualitas infrastruktur perkotaan. Proyek ambisius ini ditargetkan mampu menuntaskan pemasangan 1.600 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) baru di berbagai wilayah kritis hingga Juli 2026 mendatang. Demi memberikan garansi rasa aman, kenyamanan prima, serta mempercantik visual kota di malam hari, pemkot tidak main-main dengan menggelontorkan dana segar berkisar antara Rp60 miliar hingga Rp70 miliar yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman, mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan jaringan lampu jalan ini menjadi salah satu program prioritas yang mendesak untuk diselesaikan. Keberadaan cahaya yang memadai di ruang publik dinilai linier dengan penurunan angka kriminalitas jalanan dan kecelakaan lalu lintas. “Penerangan jalan yang memadai sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga,” ujar Fadli saat menjelaskan esensi dari proyek masif ini.

Hingga saat ini, rantai pasok logistik berupa pengadaan material dan distribusi perangkat pendukung terus berjalan tanpa hambatan berarti, di mana sebagian besar komponen utama PJU didatangkan langsung dari Surabaya. Berkat kerja keras di lapangan, progres fisik proyek tersebut kini telah menyentuh angka 40 persen, atau setara dengan rampungnya pemasangan sekitar 500 titik lampu. Dinas Perhubungan sendiri merasa sangat optimistis tenggat waktu penyelesaian pada pertengahan tahun ini akan tercapai dengan sempurna. “Kami berharap seluruh pekerjaan dapat rampung tepat waktu sehingga program Balikpapan Terang bisa berjalan maksimal,” katanya menambahkan.

Menariknya, implementasi di lapangan tidak hanya mengandalkan lampu konvensional yang monoton, melainkan bervariasi mengikuti karakteristik wilayah masing-masing. Dishub Balikpapan turut mengadopsi teknologi hijau berupa PJU berbasis tenaga surya untuk efisiensi energi, serta memasang PJU artistik yang kini sudah mulai memperindah estetika malam di kawasan ikonik seperti Balikpapan Baru dan Simpang Dome. Selain itu, tiang lampu sorot tinggi atau high mast dengan daya jangkau super luas juga disiapkan untuk menerangi area publik terbuka yang membutuhkan cakupan radiasi cahaya maksimal.

Guna memastikan operasional pengelolaan dan perawatan pasca-pemasangan berjalan efektif tanpa tumpang tindih, Pemkot Balikpapan menerapkan sistem klaster pembagian kewenangan yang sangat ketat lintas instansi. Dinas Perhubungan memegang kendali penuh atas PJU dengan spesifikasi tiang di atas empat meter, sedangkan tiang pendek di bawah empat meter diserahkan kepada pihak kecamatan masing-masing. Sementara itu, untuk lampu di pemukiman padat menjadi urusan Dinas Perumahan dan Permukiman, serta area pemakaman dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Skema kolaboratif antar instansi ini sengaja dibentuk agar aduan maupun kebutuhan darurat dari masyarakat terkait lampu padam dapat direspons dengan cepat dan tepat sasaran. “Penanganannya memang dibagi sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah sehingga respons terhadap kebutuhan masyarakat bisa lebih optimal,” jelas Fadli. Melalui perluasan cakupan cahaya malam ini, Balikpapan tidak hanya sekadar mengejar status kota yang terang benderang, melainkan juga bersiap mematangkan diri sebagai kota penyangga yang modern, aman, dan berdaya saing tinggi dalam menyambut peradaban baru Ibu Kota Nusantara. (*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan