PROKAL.co, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan meminta Dinas Perdagangan (Disdag) lebih kreatif dalam mengoptimalkan pemanfaatan Pasar Kilometer 12 yang hingga kini belum beroperasi secara maksimal.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengatakan pasar yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut awalnya direncanakan menjadi lokasi relokasi pedagang besi tua. Namun, rencana itu belum dapat direalisasikan hingga saat ini.
“Pasar Kilometer 12 itu awalnya merupakan proyek dari provinsi. Kami dari Komisi II pernah melakukan peninjauan ke lokasi dan berharap pasar tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat penampungan pedagang besi tua,” kata Budiono, saat ditemui Senin (22/6) di Kantor DPRD Balikpapan.
Menurutnya, sejumlah petak kios sebenarnya sudah disiapkan untuk pedagang. Namun, pengembangan fasilitas pasar belum dapat dilanjutkan akibat keterbatasan anggaran daerah, termasuk dampak pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Kondisi tersebut membuat pemerintah kota belum dapat mengalokasikan anggaran tambahan dalam waktu dekat untuk mengoptimalkan fungsi pasar.
Meski demikian, Budiono menilai diperlukan terobosan dari Disdag agar aset yang sudah dibangun tidak terbengkalai. Ia mendorong adanya konsep pemanfaatan sementara, seperti menampung pedagang musiman atau kegiatan ekonomi lainnya yang dapat menghidupkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
“Harus ada kreativitas dari Dinas Perdagangan. Bisa saja mengumpulkan pedagang musiman atau konsep lainnya agar pasar ini bisa hidup dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
DPRD berharap Pasar Kilometer 12 dapat segera difungsikan secara optimal sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus memaksimalkan aset daerah yang telah dibangun pemerintah.
Editor : Wawan