Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Debu Misterius yang Melanda Balikpapan Ternyata Ini, Dinkes Buka Hasil Investigasi Awal

Wawan • Kamis, 25 Juni 2026 | 21:39 WIB
Hasil pemeriksaan awal yang diperlihatkan pihak PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menunjukkan bahwa material tersebut merupakan zeolit yang mengandung aluminium silikat dan dinyatakan tidak berbahaya.
Hasil pemeriksaan awal yang diperlihatkan pihak PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menunjukkan bahwa material tersebut merupakan zeolit yang mengandung aluminium silikat dan dinyatakan tidak berbahaya.

 

BALIKPAPAN, PROKAL.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memastikan partikel debu yang sempat membuat resah warga di sejumlah kawasan kota telah dibawa untuk diuji lebih lanjut di Laboratorium Sucofindo Jakarta.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kandungan material sekaligus mengantisipasi potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes Balikpapan Alwiati mengatakan, hasil pemeriksaan awal yang diperlihatkan pihak PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menunjukkan bahwa material tersebut merupakan zeolit yang mengandung aluminium silikat dan dinyatakan tidak berbahaya. "Kami sudah melihat hasil yang disampaikan. Debu itu merupakan zeolit yang kaya aluminium silikat dan sejauh ini dinyatakan aman," kata Alwiati usai mengikuti investigasi bersama sejumlah pihak di Kantor KPB, Kamis (25/6).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak kilang, partikel debu muncul saat dilakukan pengujian peralatan di area operasional.

Dalam proses tersebut terjadi gangguan teknis atau miscommissioning pada salah satu unit sehingga material keluar dan menyebar ke lingkungan sekitar.

Menurut Alwiati, karakteristik debu yang ditemukan warga menyerupai pasir, namun memiliki ukuran partikel yang lebih halus. Meski demikian, hasil pengujian yang telah dilakukan tidak menunjukkan adanya kandungan berbahaya yang berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan. "Secara fisik memang seperti pasir biasa, hanya partikelnya lebih halus. Dari hasil laboratorium yang ditunjukkan kepada kami tidak ditemukan indikasi bahan berbahaya," ujarnya.

Pasca-insiden tersebut, KPB disebut langsung menghentikan proses pengujian dan melakukan evaluasi terhadap peralatan yang mengalami gangguan. Perusahaan juga berkomitmen memperkuat sistem pengendalian emisi dengan menambahkan scrubber apabila pengujian kembali dilakukan.

Selain itu, setiap rencana uji coba lanjutan akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Meski hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi aman, Dinkes Balikpapan tetap mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang berada di kawasan terdampak. "Pemeriksaan kesehatan akan kami lakukan untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat paparan debu tersebut," jelasnya.

Hingga saat ini, Dinkes belum menerima laporan peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Pemantauan yang dilakukan melalui puskesmas di wilayah terdampak juga belum menemukan adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan diri apabila masih menemukan sisa partikel debu di lingkungan sekitar.

Warga dianjurkan segera mencuci tangan setelah bersentuhan dengan material tersebut serta membersihkan mata dan wajah menggunakan air mengalir jika terkena paparan. "Jika mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar debu, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Pihak Pertamina juga menyatakan siap bertanggung jawab apabila terdapat warga yang memerlukan penanganan medis," ujar Alwiati.

Sementara itu, 

Editor : Wawan
#balikpapan #kilang Pertamina Balikpapan #debu