Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Investasi di Balikpapan Anjlok 40 Persen, Pede Target Tak Diturunkan

Redaksi Prokal • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:45 WIB
Ilustrasi kilang. (AI)
Ilustrasi kilang. (AI)

BALIKPAPAN – Iklim investasi di Kota Balikpapan mengalami perlambatan signifikan pada awal tahun ini. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan mencatat realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 merosot sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor utama yang memicu penurunan ini adalah berkurangnya kontribusi dari megaproyek kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP).

Berdasarkan data resmi, capaian investasi Kota Minyak pada triwulan pertama tahun ini berada di angka Rp3 triliun. Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dari performa triwulan pertama tahun 2025 yang sukses menembus kisaran Rp5 triliun. Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan dampak alamiah dari sejumlah proyek strategis nasional di daerah yang mulai memasuki fase akhir.

Menurut Helmi, proyek RDMP selama ini menjadi penopang utama lonjakan nilai investasi di Balikpapan. Ketika proyek raksasa tersebut mulai rampung, otomatis angka investasi yang tercatat dalam sistem ikut melandai. Selain faktor internal dari berakhirnya proyek besar, iklim investasi lokal juga tidak luput dari tekanan geopolitik internasional. Konflik yang masih membara di kawasan Timur Tengah diakui ikut memicu ketidakpastian ekonomi global, yang berdampak langsung pada fluktuasi harga energi serta membengkaknya biaya operasional pelaku usaha.

Kendati baru mengamankan sekitar 15 persen dari target tahunan pada awal tahun, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan belum akan merevisi target investasi tahun 2026 yang telah dipatok sebesar Rp22 triliun. Pihak DPMPTSP tetap optimis target tersebut realistis untuk dikejar dalam beberapa bulan ke depan.

Optimisme ini didasarkan pada siklus bisnis tahunan, di mana realisasi investasi bernilai besar di sektor korporasi umumnya baru mulai mengalir deras pada semester kedua, terutama di triwulan ketiga dan keempat. Sejauh ini, sektor industri pengolahan masih memegang kendali sebagai penyumbang pundi-pundi investasi terbesar bagi Balikpapan.

Prospek sektor industri pengolahan dinilai akan tetap kokoh karena ditopang oleh kesiapan infrastruktur daerah serta posisi geografis Balikpapan yang sangat strategis sebagai beranda utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Guna mengantisipasi ketidakpastian global, Pemkot Balikpapan kini fokus mempercepat efisiensi birokrasi dan menyederhanakan proses perizinan demi memikat daya tarik para investor baru. Targetnya, realisasi investasi di akhir tahun nanti minimal bisa mendekati capaian gemilang tahun lalu yang sempat menembus angka Rp27 triliun. (*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan