Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Horor Pesisir Balikpapan: Dua Hari Dihantam Gelombang Ganas, Bocah Hilang Terseret Arus hingga Rumah Warga Ambruk Terbelah Ombak!

Redaksi Prokal • Senin, 13 Juli 2026 | 07:45 WIB
Korban dievakuasi.
Korban dievakuasi.

BALIKPAPAN – Alarm bahaya merah berbunyi keras di sepanjang garis pantai Balikpapan. Dalam dua hari terakhir, amukan gelombang tinggi yang ekstrem telah memicu serangkaian bencana mengerikan di kawasan pesisir. Seorang bocah dilaporkan hilang misterius setelah tergulung ombak, sementara tiga unit rumah panggung di atas laut ambruk total hingga melemparkan penghuninya ke laut lepas.

Rentetan petaka ini dimulai pada Jumat (10/7/2026) dini hari, saat ombak raksasa menghantam permukiman padat di Jalan Jenderal Sudirman RT 09, Kelurahan Klandasan Ulu. Belum reda trauma warga, esok harinya pada Sabtu (11/7/2026) pagi, giliran Pantai Kemala yang mencekam setelah seorang anak bernama Abizar (11) lenyap ditelan arus kuat saat berenang bersama teman-temannya.

Tragedi robohnya tiga rumah di Klandasan Ulu menyisakan cerita dramatis yang hampir merenggut nyawa. Sebanyak 17 jiwa dari empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dalam sekejap mata menjelang subuh. Suasana berubah histeris saat seorang bayi yang baru berusia empat bulan ikut terlempar ke dalam gulungan laut yang gelap bersama reruntuhan bangunan.

Misnan (57), salah satu korban yang rumahnya hancur, menceritakan detik-detik mengerikan tersebut dengan suara bergetar. "Saya baru selesai ambil air wudu. Ombak dari malam memang besar sekali. Tiba-tiba rumah langsung ambruk ke laut. Cucu saya yang masih berusia empat bulan juga ikut tercebur," kenang Misnan.

Beruntung, aksi heroik warga sekitar yang bergerak cepat berhasil menyelamatkan sang bayi dan korban lainnya yang sempat terombang-ambing di laut selama 15 menit. Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, memastikan seluruh korban selamat kini telah dievakuasi ke tempat aman untuk mendapatkan pendampingan penuh dari pemerintah.

Sementara itu di lokasi berbeda, tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus berjibaku menyisir perairan Pantai Kemala. Korban Abr (12 tahun) dilaporkan hilang terseret arus saat berenang bersama tiga rekannya. Malang tak dapat ditolak, ketika tiga temannya berhasil diselamatkan petugas dan warga sekitar, tubuh korban justru langsung lenyap ditelan ombak yang sedang meninggi. Minggu pagi, jenazah korban ditemukan tak bernyawa.

BMKG Bongkar Penyebabnya: Efek Domino Siklon Tropis Bavi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan akhirnya buka suara terkait penyebab mengamuknya laut Kaltim. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu oleh fenomena regional yang berada di Laut Filipina.

"Keberadaan Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina bagian utara secara tidak langsung meningkatkan potensi tinggi gelombang di perairan Kalimantan Timur karena memperkuat angin Monsun Australia. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga siklon melemah dan bergerak ke daratan China," papar Djoko Sumardiono.

Berdasarkan data pantauan BMKG, tinggi gelombang sebenarnya berada di kategori sedang, yakni kisaran 1,25 hingga 1,5 meter. Namun, daya rusaknya menjadi sangat masif karena terjadi kombinasi berbahaya antara angin kencang, arah gelombang, pasang air laut, serta karakteristik pesisir Balikpapan yang rentan.

Mengingat ancaman nyata yang belum mereda, BMKG mengeluarkan peringatan keras kepada para nelayan, operator kapal, wisatawan, hingga warga yang bermukim di pinggir pantai untuk tetap siaga satu dan menahan diri dari aktivitas laut sampai kondisi benar-benar normal. (*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan