BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan kembali menerbitkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino. Cuaca panas ekstrem yang melanda beberapa waktu terakhir berisiko memicu serangkaian ancaman bencana, mulai dari kebakaran pemukiman dan lahan hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Kewaspadaan ini berlandaskan pada Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 300.2.1/1059/E/SETDA mengenai Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem El Nino yang menjadi panduan bersama dalam mitigasi bencana kemarau.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menekankan pentingnya kesadaran warga mengingat suhu udara yang kering dapat membuat potensi kebakaran meluas dengan cepat.
"Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan berkurang sehingga cuaca menjadi lebih panas dan kering. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan api maupun instalasi listrik di rumah," ujar Usman Ali.
Ancaman iklim ini tidak hanya berdampak di daratan. BPBD turut menyoroti keselamatan masyarakat pesisir yang kini diintai cuaca laut ekstrem. Hantaman gelombang tinggi dan angin kencang dilaporkan sempat merusak rumah warga di area pantai Balikpapan. Melihat kondisi tersebut, Usman Ali meminta warga pesisir aktif memantau perkiraan cuaca dan tidak ragu meminta bantuan darurat jika situasi memburuk.
"Masyarakat jangan mengabaikan informasi cuaca yang disampaikan pemerintah. Jika terjadi kondisi darurat atau muncul tanda-tanda bencana, segera laporkan kepada BPBD atau aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," kata Usman Ali mengimbau. BPBD mengajak masyarakat melakukan langkah pencegahan mandiri seperti menghentikan kebiasaan membakar sampah, mengecek instalasi listrik berkala, hemat air, serta menjaga kesiapsiagaan keluarga demi menekan potensi kerugian akibat El Nino. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co