PROKAL.co, BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) UUD Kaltim- Kaltara terus berupaya menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik. Hingga saat ini, PLN telah menyediakan 72 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kedua wilayah tersebut.
GM PT PLN (Persero) UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli mengatakan, jumlah itu ditargetkan terus bertambah untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan bagi pengguna kendaraan listrik.
"Kami targetkan supaya terus direvitalisasi, sehingga semakin baik, baik dari sisi kenyamanan maupun keamanannya. Itu yang kita rencanakan untuk pengembangan SPKLU ke depan," ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan SPKLU ke depan tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah unit, tetapi juga peningkatan kualitas layanan, khususnya dari aspek kenyamanan dan keamanan.
PLN juga terus memetakan sejumlah lokasi yang memiliki tingkat penggunaan kendaraan listrik cukup tinggi. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan lokasi penambahan SPKLU agar pembangunan infrastruktur dapat menjangkau wilayah dengan kebutuhan layanan yang semakin meningkat. "Setiap tahun PLN terus menambah SPKLU. Kita petakan lokasi-lokasi yang memang pengguna kendaraan listriknya cukup banyak. Di situ PLN akan hadir dan menambah SPKLU supaya pelayanan semakin baik," katanya.
Untuk Kalimantan Timur, Balikpapan dan Samarinda menjadi wilayah yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan infrastruktur SPKLU.
Kedua kota tersebut dinilai memiliki aktivitas dan kebutuhan kendaraan listrik yang cukup tinggi sehingga menjadi prioritas dalam rencana penambahan fasilitas pengisian daya. "Untuk wilayah yang menjadi skala prioritas, tentunya Samarinda dan Balikpapan menjadi episentrum SPKLU di Kalimantan Timur. Di dua wilayah ini kita akan melakukan penambahan SPKLU," ujarnya.
Pengembangan juga akan berlanjut pada 2027. Selain menambah fasilitas di lokasi yang sudah tersedia, PLN menyiapkan pembangunan SPKLU di sejumlah titik strategis lainnya. Dua unit SPKLU disebut tengah dalam tahap penyelesaian dan akan menjadi bagian dari penguatan layanan ke depan.
Pertumbuhan penggunaan SPKLU juga menunjukkan tren positif. Jumlah transaksi pengisian kendaraan listrik disebut mengalami peningkatan hingga sekitar 300 persen dibandingkan 2025, yang menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya.
Di sisi lain, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga dinilai membuka peluang munculnya lapangan kerja baru yang berkaitan dengan green jobs atau pekerjaan hijau. Kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi di bidang energi bersih dan energi terbarukan dipandang akan semakin penting seiring dengan transisi energi yang terus didorong.
Pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung green jobs juga disebut telah menjadi bagian dari arah pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan penambahan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan, lanjut Muchamad Chaliq Fadli, PLN berharap penggunaan kendaraan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus tumbuh.
Editor : Wawan