Perkuat Benteng Pesisir, Kaltim Hijaukan Pantai Lamaru dengan 12 Ribu Bibit Mangrove

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi mangrove
Ilustrasi mangrove

 

BALIKPAPAN – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mempertegas komitmen dan posisi kuncinya dalam upaya pelestarian lingkungan hidup nasional hingga global. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI Nomor 3438 Tahun 2025, Kaltim kini tercatat memiliki bentangan ekosistem mangrove seluas 239.805 hektar.

Capaian tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, H. Joko Istanto, saat membuka rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 di Pantai Lamaru, Balikpapan Timur, Minggu (26/7/2026).

Sebagai wujud turunan dari Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (Renaksi-KKMD) Kaltim 2025–2029, Pemprov Kaltim menggelar aksi penanaman massal 12.000 bibit mangrove di atas lahan seluas 1,2 hektar. Aksi fisik ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 24 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Pada tahap awal (24–26 Juli), sebanyak 3.200 bibit jenis Rhizophora mucronata telah ditanam. Sementara tahap berikutnya (27 Juli–3 Agustus) akan menyusul 8.800 bibit yang terdiri dari kombinasi spesies Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata.

Tak hanya fokus pada aksi konservasi di pesisir, Pemprov Kaltim juga menanamkan budaya lingkungan di tingkat tapak melalui jalur pendidikan. Pada kesempatan yang sama, DLH Kaltim menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2026 kepada 22 satuan pendidikan yang dinilai konsisten menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

DLH Kaltim menegaskan, keberhasilan berbagai program pelestarian di Benua Etam ini merupakan buah dari kepemimpinan visioner Gubernur Kaltim serta sinergi erat dari seluruh elemen masyarakat.

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
mangrove balikpapan