BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat mengkapitalisasi keberadaan Ibu Kota Nusantara dan infrastruktur pendukungnya. Pemprov Kaltim kini membidik lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru melalui optimalisasi 250 hektare lahan strategis di tepi Teluk Balikpapan serta penyiapan akses jalan sepanjang 2,1 kilometer.
Lahan emas milik Pemprov Kaltim tersebut membentang di Kawasan Industri Kariangau (KIK), Kecamatan Balikpapan Barat. Posisinya berada di luar area operasional PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) dan tepat berada di persimpangan vital jalur keluar-masuk utama Jalan Tol Pulau Balang.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menegaskan bahwa kehadiran jalan pemprov sepanjang 2,1 km tersebut akan menjadi kunci utama aksesibilitas industri di kawasan tersebut.
"Dengan adanya Tol Pulau Balang, semua akses tertutup, kecuali jalan pemprov ini," ujar Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut saat meninjau lokasi, didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim, Irhamsyah.
Gubernur Rudy mendorong agar perusahaan-perusahaan skala besar yang telah dan akan beroperasi di kawasan tersebut—seperti PT Semen Indonesia, Wilmar Group, MMP, hingga Wahana—dapat menjalin kerja sama sinergis dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Kaltim.
Sektor yang digarap korporasi tersebut sangat vital, mulai dari perdagangan semen, pengolahan minyak, hingga industri nikel. Dalam waktu dekat, para investor dijadwalkan akan diajak meninjau langsung kesiapan infrastruktur di lapangan. "Kami ingin memastikan jalan dan kawasan ini benar-benar siap untuk dikunjungi investor," tegas Rudy.
Terkait spesifikasi fisik jalan penghubung tersebut, pihak Pemprov Kaltim masih mengkaji apakah akan menggunakan rigid pavement (beton), aspal, atau pengerasan agregat sesuai kebutuhan teknis lapangan. (*)
Editor : Indra Zakaria