Karhutla Hantam Kalbar dan Kalteng, Pengelola Bandara Sepinggan Buka Suara Soal Potensi Delay

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dipastikan belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Hingga saat ini, lalu lintas udara dari dan menuju Kota Minyak tetap berjalan normal dengan tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) yang masih tergolong sangat baik.

General Manager Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan bahwa pihak pengelola terus memantau pergerakan asap kiriman secara ketat. Pihaknya juga berkoordinasi aktif dengan pengelola bandara di daerah terdampak, seperti Palangka Raya dan Pontianak. Meskipun keterbatasan jarak pandang akibat asap kerap melanda daerah asal pada pagi hari, penerbangan menuju Balikpapan—termasuk rute siang hari maupun penerbangan Batik Air dari Pontianak—masih berjalan aman dan lancar.

Terkait kekhawatiran masyarakat akan potensi delay atau keterlambatan penerbangan akibat kepungan asap karhutla, Iwan meluruskan bahwa gangguan jadwal yang terjadi sejauh ini tidak berhubungan langsung dengan bencana asap. Keterlambatan yang ada murni disebabkan oleh alasan teknis maupun operasional internal dari maskapai. Ia menegaskan bahwa dampak rantai (domino effect) dari bandara terdampak masih relatif kecil, sehingga tingkat OTP di Bandara SAMS Sepinggan tetap terjaga dalam kondisi prima.

Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman asap kiriman yang dinamis, pengelola bandara bersama PT Angkasa Pura Indonesia dan pihak maskapai telah menyiapkan prosedur delay management secara matang. Tak hanya itu, Bandara SAMS Sepinggan juga menyiagakan fasilitas pendukung seperti parking stand khusus apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk armada operasi udara penanganan bencana, termasuk pesawat penyiram air (water bombing) milik Satgas Karhutla. (rif/yud)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Bandara SAMS Balikpapan