BALIKPAPAN – Pemandangan antrean panjang kendaraan pengisi Pertalite di SPBU Dam, Jalan MT Haryono, Balikpapan, kian meresahkan. Mencekiknya ekor antrean yang meluber hingga memakan badan jalan tak hanya mengunci arus lalu lintas, tetapi juga memicu kemarahan para pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut.
Merasa akses tokonya tertutup rapat oleh barisan kendaraan yang mengular, sejumlah pemilik usaha bahkan nekat memasang pot bunga hingga plang darurat di bahu jalan. Aksi ini diambil demi menyelamatkan kelangsungan bisnis mereka yang kian sepi akibat tertutup antrean pengantre BBM.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, tak menampik derasnya gelombang protes yang masuk dari masyarakat dan pengguna jalan yang terjebak kemacetan saban hari.
"Pengendara juga protes karena antreannya semakin panjang dan menambah kemacetan," ungkap Fadli saat ditemui di Balai Kota Balikpapan usai Peringatan HUT Ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
Guna mengurai benang kusut tersebut, Pemkot Balikpapan langsung mengambil langkah cepat menindaklanjuti hasil koordinasi bersama BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga. Selain mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi—khususnya bagi armada roda dua—pemerintah memeta pemecahan titik kumpul antrean.
Fadli membeberkan bahwa Dishub berencana memecah konsentrasi antrean di SPBU Dam dengan membuka layanan Pertalite di beberapa titik baru, termasuk merangkul SPBU milik pengusaha lokal.
"Ada beberapa titik yang akan kita rencanakan untuk dibuka. Pertama di Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Majesti, dan juga di kawasan Grand City," terangnya.
Tak berhenti di situ, jurus ampuh lain yang tengah dimatangkan adalah pengubahan skema jam operasional pengisian BBM bersubsidi. Dishub bakal melarang keras aktivitas pengisian Pertalite pada jam-jam krusial mobilitas warga, seperti saat jam berangkat sekolah dan jam kantor.
Skenario baru yang tengah disiapkan yakni membagi waktu pelayanan menjadi dua gelombang: pagi hingga siang pukul 09.00–12.00 WITA, lalu dilanjutkan pada malam hari pukul 20.00–23.00 WITA.
Melalui kombinasi pemecahan titik SPBU dan pembatasan jam operasional ini, Pemkot Balikpapan optimistis arus lalu lintas di kawasan MT Haryono dan sekitarnya bisa kembali bernapas lega tanpa diwarnai konflik antrean BBM. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co