Kebakaran di Permukiman Padat Dahor, Lebih dari 10 Rumah Ludes Terbakar

Wawan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Kebakaran besar menghanguskan permukiman padat penduduk di kawasan Dahor, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kamis (20/8/2026) pagi.
Kebakaran besar menghanguskan permukiman padat penduduk di kawasan Dahor, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kamis (20/8/2026) pagi.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Kebakaran besar menghanguskan permukiman padat penduduk di kawasan Dahor, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kamis (20/8/2026) pagi.

Kebakaran yang terjadi di wilayah RT 48 dan RT 49 itu sedikitnya membakar delapan rumah di bagian depan, sementara total bangunan terdampak diperkirakan lebih dari 10 unit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 09.30 WITA. “Kurang lebih jam 09.30 WITA kami menerima informasi terjadi kebakaran di RT 48 dan RT 49, daerah Kebun Sayur yang biasa disebut Dahor,” ujar Usman.

Api dengan cepat merambat lantaran titik kebakaran berada di tengah kawasan permukiman yang cukup padat. Keberadaan bangunan semi permanen dan rumah berbahan kayu turut membuat api lebih mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Dari pendataan sementara, delapan rumah di bagian depan telah dipastikan terbakar. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena petugas belum bisa masuk ke bagian belakang permukiman yang masih dalam tahap pendinginan.

“Yang terdata di bagian depan ada delapan rumah. Bagian belakang belum bisa kita masuki karena masih proses pendinginan. Diperkirakan mungkin ada 10 rumah lebih yang terbakar,” jelasnya.

Upaya pemadaman juga dihadapkan pada kendala akses. Permukiman yang berada di dalam gang hanya memiliki lebar sekitar satu meter sehingga menyulitkan armada dan petugas menjangkau titik api.

Situasi semakin sulit karena warga secara bersamaan berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah masing-masing. Kondisi itu membuat ruang gerak petugas menjadi semakin terbatas.

“Kesulitan utama karena lokasi berada di tengah dengan akses gang yang sangat kecil, hanya sekitar satu meter. Di dalam juga banyak warga yang berupaya menyelamatkan barang-barang mereka,” kata Usman.

Meski terkendala akses, petugas berhasil mengendalikan kobaran api sekitar 30 menit setelah penanganan dimulai. Setelah api dikuasai, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan guna memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

BPBD Balikpapan mengerahkan sekitar 15 unit armada pemadam dari enam sektor dan dua pos. Penanganan turut diperkuat personel dan armada dari sejumlah unsur.

Di antaranya TNI Angkatan Laut, Brimob, Mako Polda, serta unit pemadam dari Pertamina dan PHM Pertamina.

“Unit yang kita kerahkan kurang lebih 15 unit dari enam sektor dan dua pos. Penanganan juga dibantu personel Angkatan Laut, Brimob, Mako Polda, serta unit pemadam dari Pertamina dan PHM Pertamina,” tegas Usman.

Hingga proses pemadaman dan pendinginan berlangsung, BPBD belum menerima laporan mengenai korban jiwa. Petugas masih melakukan pemeriksaan di lokasi sekaligus mendata jumlah pasti bangunan yang terbakar dan warga yang terdampak.

 

Editor : Wawan
kebakaran balikpapan