Air Waduk Menyusut, 38 Ribu Pelanggan Balikpapan Siap-Siap Aliran Air Berkurang

Wawan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:35 WIB
Direksi PTMB Balikpapan saat press release, Senin (7/9) siang. Sekitar 38 ribu pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan harus bersiap menghadapi berkurangnya jam pelayanan air bersih.
Direksi PTMB Balikpapan saat press release, Senin (7/9) siang. Sekitar 38 ribu pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan harus bersiap menghadapi berkurangnya jam pelayanan air bersih.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Sekitar 38 ribu pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) harus bersiap menghadapi berkurangnya jam pelayanan air bersih. Kondisi ini terjadi setelah pasokan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Tritip dipangkas total hingga 360 liter per detik.

Pengurangan pasokan tersebut menjadi tantangan serius bagi sistem pelayanan air bersih di Kota Balikpapan. PTMB menyebut pengurangan dilakukan berdasarkan instruksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV (BWSK IV) Samarinda seiring terbatasnya ketersediaan air baku di dua waduk utama tersebut.

Direktur Teknik PTMB Muhammad Kohiruddin mengatakan, penyesuaian pengambilan air baku mulai diberlakukan pada 1 September 2026. Di Waduk Manggar, volume pengambilan air yang sebelumnya mencapai 1.150 liter per detik kini dibatasi menjadi 900 liter per detik. Terjadi pengurangan 250 liter per detik.

Kondisi lebih signifikan terjadi di Waduk Tritip. Pengambilan air baku yang sebelumnya berada di level 220 liter per detik harus diturunkan menjadi hanya 110 liter per detik. Jika digabungkan, pasokan air baku dari kedua waduk berkurang 360 liter per detik. “Dengan berkurangnya 360 liter per detik ini tentu pelayanan akan terganggu. Sekitar 38 ribu pelanggan terdampak,” kata Kohiruddin, saat memberikan keterangannya di Kantor Pemkot Balikpapan, Senin (7/9/2026).

Dampak yang akan dirasakan pelanggan yakni berkurangnya durasi aliran air. Pelanggan yang sebelumnya mendapatkan pelayanan hingga 24 jam harus bersiap durasi aliran menjadi lebih pendek. PTMB akan melakukan pengaturan distribusi menyesuaikan jumlah air baku yang tersedia dan kemampuan produksi. “Pelayanannya berkurang. Yang mungkin awalnya bisa 24 jam bisa turun menjadi kurang dari 24 jam,” jelas Kohiruddin.

Kondisi tersebut membuat pelanggan, terutama di wilayah yang selama ini memiliki tekanan air rendah atau berada di ujung jaringan, perlu lebih siap menghadapi perubahan pola pelayanan. PTMB meminta masyarakat tidak melakukan pembelian atau penimbunan air secara berlebihan. Perusahaan memastikan distribusi tetap diatur agar pasokan yang tersedia dapat dibagi ke sebanyak mungkin wilayah.

“Masyarakat juga jangan panik. Ini hanya jam pelayanannya saja berkurang karena memang kuantitas air baku yang diolah menurun,” ujarnya. Penurunan pasokan air baku juga membuat sejumlah kawasan harus mendapat perhatian khusus. Salah satunya Balikpapan Timur yang disebut mengalami penurunan kapasitas pengambilan air hingga sekitar 50 persen.

Untuk menjaga pelayanan di tengah kondisi tersebut, PTMB menyiapkan tiga terminal tangki air yang tersebar di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan dan Balikpapan Utara.

Terminal tangki di Balikpapan Selatan berada di Jalan MT Haryono, tepat di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Fasilitas tersebut akan dimaksimalkan untuk membantu kebutuhan masyarakat di Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur.

“Terminal tangki yang di DAM akan melayani Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur,” kata Kohiruddin.

Sementara itu, terminal tangki di Balikpapan Utara disiapkan untuk mendukung pelayanan di sebagian wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah. Adapun terminal tangki di Balikpapan Barat akan difokuskan untuk membantu masyarakat di wilayah tersebut.

Di tengah ketidakpastian durasi pelayanan, PTMB meminta masyarakat mengambil langkah antisipasi sederhana di tingkat rumah tangga. Pelanggan disarankan menyediakan tempat penampungan air dengan kapasitas secukupnya. Air dapat ditampung saat aliran kembali tersedia sehingga kebutuhan dasar rumah tangga tetap dapat dipenuhi ketika distribusi berhenti sementara.

Imbauan tersebut menjadi penting karena persoalan yang dihadapi saat ini bukan semata-mata persoalan distribusi, melainkan berkurangnya sumber air baku yang dapat diolah menjadi air bersih.

PTMB menyatakan pengaturan distribusi akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi pasokan. Wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan pelayanan akan diupayakan mendapat suplai secara bergilir.

“Kami akan berusaha terus membagi air dengan merata, sehingga ada titik-titik yang dulunya juga terganggu, hari ini kita coba layani dengan baik,” pungkas Kohiruddin.

Editor : Wawan
Pdam Balikpapan balikpapan PTMB PTMB Balikpapan Air bersih balikpapan