Didorong Gelombang Kelvin, Balikpapan Akhirnya Diguyur Hujan Lebat Meski Tak Merata

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 06:12 WIB
Hujan di Balikpapan.
Hujan di Balikpapan.

BALIKPAPAN — Dahaga warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, sedikit terobati setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah pada Senin (7/9/2026) pagi. Meski tak turun secara merata, gujuran air hujan juga dirasakan hingga kawasan sekitar kota, seperti wilayah Samboja di sisi timur laut Balikpapan.

Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengungkapkan bahwa hujan kali ini berkisar dari intensitas sedang hingga sangat lebat, namun berdurasi cukup singkat.

“Alhamdulillah pagi ini sebagian besar wilayah Balikpapan diguyur hujan. Hujan yang hari ini terjadi masuk dalam kategori hujan sedang sampai sangat lebat, namun dengan durasi yang sebentar,” kata Huda.

Ia menambahkan, jika diakumulasi secara harian, curah hujan tersebut sebenarnya masih tergolong ringan hingga sedang. Hasil pantauan BMKG menunjukkan variasi intensitas di beberapa titik; curah hujan di Pelabuhan KKT tercatat 8 milimeter, sementara di kawasan Kariangau menembus 24,8 milimeter.

Fenomena ini rupanya tak lepas dari pengaruh dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Timur, khususnya akibat fenomena gelombang Kelvin.

“Jika dilihat dari analisis dinamika atmosfer pada periode ini di Kalimantan, khususnya wilayah Kaltim seperti Balikpapan, terdapat penjalaran gelombang Kelvin yang sedang aktif sejak 4 September lalu yang membuat potensi pertumbuhan awan menjadi meningkat,” jelasnya.

Awan hujan tersebut awalnya terbentuk di kawasan Selat Makassar dengan cakupan yang luas. Angin dan hujan dari sistem ini lantas mendorong massa udara lembap di permukaan untuk terangkat menuju wilayah pesisir.

“Massa udara yang terangkat ini kemudian berevolusi kembali membentuk sistem awan baru yang membuat daerah Balikpapan dan sekitarnya mengalami hujan,” ujarnya.

Masyarakat imbau untuk tetap bersiap karena BMKG memprediksi potensi pembentukan awan hujan masih ada hingga 9 September 2026. Namun, peluang tersebut bakal mulai melandai saat memasuki pertengahan bulan.

“Prediksi BMKG hingga tanggal 9 nanti masih terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup untuk sebagian besar Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan. Namun peluangnya menurun saat masuk dasarian kedua bulan September ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
balikpapan